Menteri Yohana Surati Kapolri Terkait Pernyataan Soal Perkosaan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Yohana Yambise meninjau Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, 10 Juli 2015. TEMPO/Frannoto

    Menteri Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Yohana Yambise meninjau Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, 10 Juli 2015. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise menyatakan akan menyurati Kapolri Jenderal Tito Karnavian perihal pernyataannya tentang korban pemerkosaan. Saat ini, kata dia, surat itu sedang dibuat.

    "Jadi saya sedang menulis satu surat yang akan saya tujukan kepada Pak Tito agar beliau lebih melihat suatu masalah dengan prinsip responsive gender," ujarnya saat dicegat awak media di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 23 Oktober 2017.

    Baca: Menteri Yohana: Situs Nikah Siri Melecehkan Martabat Perempuan

    Seperti diketahui, dalam wawancara dengan BBC, Tito menyampaikan penyidik kepolisian bisa menanyakan kepada korban pemerkosaan apakah dirinya baik-baik saja atau tidak setelah diperkosa. Pertanyaan itu, kata Tito, untuk memastikan apakah korban benar-benar diperkosa atau tidak.

    Pernyataan itu menimbulkan kehebohan, terutama di kalangan aktivis. Pernyataan Tito tersebut dianggap tidak sensitif gender.

    Yohana berujar surat itu masih dalam proses penulisan karena Kementerian masih mempertimbangkan hal apa saja yang perlu disampaikan kepada Kapolri. Dengan begitu, dia menambahkan, masalah ini bisa direspons dengan tepat. "Saya harus mengkaji ini dan merespons ke Pak Tito," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.