Menlu: AS Sedang Pulihkan Keadaan Pasca Pelarangan Panglima Gatot

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membawa wayang kulit disela pagelaran Wayang NKRI dengan lakon

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membawa wayang kulit disela pagelaran Wayang NKRI dengan lakon "Parikesit Jumeneng Noto" di depan Museum Fatahillah, kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, 29 September 2017. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan Amerika Serikat sedang menyelesaikan persoalan mengenai pelarangan masuknya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. "Mereka berusaha untuk me-resolve situasinya," kata Menteri Retno di kantornya di Jakarta, Senin, 23 Oktober 2017.

    Pemerintah Indonesia, tetap menunggu penjelasan resmi AS mengenai penyebab pelarangan itu. Menteri mendapat informasi bahwa pihak AS sedang mengusahakan tidak ada lagi restriksi bagi Panglima TNI dalam bentuk apapun untuk berkunjung ke AS.

    Baca: Panglima Gatot Ditolak Masuk AS, Komisi I DPR ...

    Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dilarang memasuki wilayah Washington DC, Amerika Serikat. Rencananya, Gatot akan menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization pada 23-24 Oktober 2017. Gatot pun batal berangkat meski telah mengantongi visa dan siap bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta.

    Gatot langsung mengabari Menteri Retno, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, serta Presiden Joko Widodo. Kementerian Luar Negeri telah mengirimkan nota diplomasi kepada Kedutaan Besar Amerika Serikat.

    Baca juga: Ini Rencana Jenderal Gatot Nurmantyo Setelah ...

    Wakil Dubes AS untuk Indonesia Erin Elizabeth McKee pun mendatangi Kementerian Luar Negeri pada Senin pagi, 23 Oktober 2017. Retno mengatakan kehadiran McKee mewakili Duta Besar Joseph R. Donovan yang sedang berada di Kepulauan Banda. "Kami mencoba untuk terus meminta penjelasan kepada AS."

    Retno berujar pertemuan dengan perwakilan kedutaan AS untuk mengingatkan hubungan baik kedua negara. Meski begitu, ia tetap meminta penjelasan terkait penyebab pelarangan terhadap Panglima TNI itu. "Saya sudah sampai tidak bisa menghitung berapa banyak komunikasi saya dengan Duta Besar Indonesia di Washington DC untuk meminta klarifikasi mengenai apa yang terjadi," ujarnya.

    Retno mengatakan ada rencana pembicaraan antara Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F. Danforth dengan Jenderal Gatot Nurmantyo. "Mereka sekarang mencoba untuk memfasilitasi rencana itu."

    ARKHELAUS W. | MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.