Panglima TNI Gatot Ditolak AS, Ini yang Bisa Dilakukan RI

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (tengah), berjabat tangan dengan Komandan Angkatan Darat. Mayor John W. Troxell, penasihat senior untuk ketua Kepala Staf Gabungan, dalam sebuah upacara di Conmy Hall di Pangkalan Bersama Myer-Henderson Hall, Va, 18 Februari 2016.  Staf Angkatan Darat Sgt. Sean K. Harp

    Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (tengah), berjabat tangan dengan Komandan Angkatan Darat. Mayor John W. Troxell, penasihat senior untuk ketua Kepala Staf Gabungan, dalam sebuah upacara di Conmy Hall di Pangkalan Bersama Myer-Henderson Hall, Va, 18 Februari 2016. Staf Angkatan Darat Sgt. Sean K. Harp

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana mengatakan Kementerian Luar Negeri Indonesia mendapatkan informasi bahwa Amerika Serikat menolak kunjungan Panglima TNI Gatot Nurmantyo akibat adanya masalah internal dalam pemerintahan Amerika Serikat.  Kedutaan Besar Amerika Serikat telah mengirim permintaan maaf, tapi belum ada penjelasan lebih lengkap mengenai masalah ini.

    Hikmahanto berpendapat bahwa insiden ini, kata dia, jika tak ditanggapi dengan tepat oleh pemerintah Amerika Serikat, bisa berdampak buruk bagi hubungan kedua negara. Bila Amerika tak memberikan klarifikasi memadai, kata Hikmahanto, Indonesia bisa saja menarik pulang duta besarnya dari Washington, DC. “Jika tetap tak diindahkan, pemerintah Indonesia bisa mengusir diplomat Amerika Serikat dari Indonesia,” kata Hikmahanto, Ahad, 22 Oktober 2017.

    BACA:Siapa Saja Rombongan Panglima TNI ke Amerika Serikat

    Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta hingga Ahad, 22 Oktober 2017 belum menjelaskan alasan penolakan itu. Dalam keterangannya, Kedutaan AS hanya menyatakan telah berkomunikasi dengan staf Panglima TNI untuk memfasilitasi perjalanan Gatot. Duta besar Amerika Serikat, Joseph Donovan Jr, juga meminta maaf kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi atas insiden ini. “Kami terus berusaha bisa memfasilitasi perjalanan Jenderal Gatot,” kata Donovan dalam keterangannya.

    Gatot sedianya menjadi tamu dalam Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization di Washington, DC yang berlangsung pada hari ini, Senin 23 Oktober dan besok 24 Oktober 2017. Insiden ini bermula pada Sabtu siang lalu di Bandara Soekarno-Hatta.

    BACA:Begini Kronologi Panglima TNI Ditolak Masuk AS

    Rombongan Gatot yang berjumlah enam orang tadinya akan bertolak ke Washington, DC menggunakan pesawat Emirates EK 357 pada pukul 17.50. Saat akan check-in, rombongan Gatot dihampiri sejumlah staf Emirates. Mereka mengatakan Gatot dan rombongan tak bisa terbang karena ada larangan dari imigrasi Amerika Serikat (U.S. Customs and Border Protection).

    Menurut Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Wuryanto, begitu mendapat informasi penolakan itu, Gatot Nurmantyo melapor kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Retno, dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. Gatot juga menyurati Jenderal Dunford. “Hubungan keduanya sangat baik,” kata Wuryanto.

    Juru bicara Emirates di Indonesia, Meryl Astari, mengatakan belum bisa berkomentar. “Kami akan memberikan keterangan resmi besok (hari ini),” kata dia, kemarin.

    Adapun juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengatakan telah mengirim nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat soal penolakan terhadap Panglima TNI. “Kami meminta klarifikasi.” 


     

     

    Lihat Juga