Survei PolMark: Kepuasan Publik terhadap Jokowi 67,5 Persen

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Dari kiri) CEO PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah, praktisi media Hersubeno Arief, pengamat politik LIPI Siti Zuhro, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno, Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding, dan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam acara

    (Dari kiri) CEO PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah, praktisi media Hersubeno Arief, pengamat politik LIPI Siti Zuhro, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno, Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding, dan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dalam acara "Diskusi Publik Tiga Tahun Jokowi-JK dan Calon Penantang Jokowi 2019: Laporan Survei Nasional" di Restoran Batik Kuring, Jakarta pada Minggu, 22 Oktober 2017. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta -  Hasil survei PolMark Indonesia menyatakan sebagian besar masyarakat Indonesia merasa puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Hasil survei itu mencatat sebanyak 57,6 persen responden merasa puas dan 9,9 persen sangat puas dengan kinerja Presiden Jokowi, sementara 25,4 persen responden menyatakan tidak puas.

    Direktur Eksekutif PolMark Indonesia Eep Saefulloh Fatah mengatakan, meski angka kepuasan tinggi, ada jarak antara responden yang puas dan yang akan kembali memilih Jokowi pada pemilihan presiden mendatang.

    Baca juga:  Jokowi: 3 Tahun Jadi Presiden Adalah 3 Tahun Blusukan

    "Ada 23,2 persen yang sebetulnya puas dan sangat puas tetapi tidak menginginkan Pak Jokowi kembali jadi presiden," kata Eep dalam diskusi publik bertajuk Tiga Tahun Jokowi-JK dan calon penantang Jokowi 2019: Laporan Survei Nasional di Restoran Batik Kuring, Jakarta pada Minggu, 22 Oktober 2017.

    PolMark membedakan tingkat kepuasan terhadap Jokowi dan Jusuf Kalla. Sedikit di bawah Jokowi, PolMark mencatat 54,5 persen responden puas dan 4,5 persen sangat puas dengan kinerja Jusuf Kalla. Adapun responden yang mengaku tidak puas dengan kinerja JK sebesar 30,3 persen.

    Baca juga: Apa yang dilakukan Jokowi di Sisa Waktu Pemerintahannya?
    Eep menyampaikan, sejumlah alasan responden memilih kembali Jokowi di antaranya karena kinerja terbukti (31,1 persen), merakyat (23,8 persen), jujur tanggung jawab (10,1 persen), dan untuk melanjutkan program kerja sebelumnya (9,4 persen).

    Survei itu dilakukan pada 9-20 September 2017 terhadap 2.250 responden dari 32 provinsi. Metode yang digunakan yaitu multi-stage random sampling dengan margin of errror +- 2,1 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.