Pilgub Jatim 2018, Khofifah Dinilai Bisa Kuasai Zona Mataraman

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Khofifah Indar Parawansa bersama para kiai di Jawa Timur di sela-sela pertemuan tertutup di pesantren Tebuireng, Jombang, Ahad, 15 Oktober 2017. Pertemuan itu membahas dukungan kiai pada Khofifah dalam Pilgub Jatim 2018. TEMPO/ISHOMUDDIN

    Khofifah Indar Parawansa bersama para kiai di Jawa Timur di sela-sela pertemuan tertutup di pesantren Tebuireng, Jombang, Ahad, 15 Oktober 2017. Pertemuan itu membahas dukungan kiai pada Khofifah dalam Pilgub Jatim 2018. TEMPO/ISHOMUDDIN

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengajar di Departemen Politik FISIP Universitas Airlangga, Surabaya, Airlangga Pribadi, mengatakan sosok Khofifah Indar Parawansa mampu diterima di semua lapisan kalangan terkait dengan pemilihan Gubernur Jawa Timur atau pilgub Jatim 2018 mendatang.

    "Fenomena dukungan yang mengalir dari wilayah Tapal Kuda dan Mataraman menunjukkan hal tersebut, baik kiai maupun elite," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu, 22 Oktober 2017.

    Baca juga: Emil Dikabarkan Digandeng Khofifah, Begini Reaksi Sekjen PDIP

    Dosen yang juga menjabat Direktur Centre of Statecraft and Citizenship Studies Universitas Airlangga itu juga mengatakan pengaruh Khofifah melewati batas zona wilayah di Jawa Timur. Tidak saja wilayah Tapal Kuda, tapi juga dukungan dari elite wilayah Mataraman.

    "Suasana politik jelang pilgub semakin menghangat. Dukungan terbuka Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni kepada Khofifah merepresentasikan elite politik dari wilayah Mataraman," ujarnya.

    Baca juga: Khofifah pun Minta Restu Kiai NU di Ponorogo

    Menurut Airlangga, pengaruh Khofifah juga terlihat di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Menariknya, dukungan para kiai dari Banyuwangi justru diberikan kepada Khofifah, bukan untuk Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang menjadi pendamping Saifullah Yusuf dalam pilgub Jawa Timur 2018.

    Dukungan terhadap Menteri Sosial itu untuk maju dalam pilgub Jawa Timur semakin meluas. Sebelumnya, Ipong Muchlissoni secara terang-terangan memberi dukungan kepada Khofifah untuk maju dalam kontestasi pilgub Jawa Timur 2018.

    Baca juga: Disebut Jadi Pendamping Khofifah di Pilgub Jatim, Reaksi Ipong

    Ipong bahkan memfasilitasi Khofifah bertemu dengan sejumlah kiai sepuh Ponorogo dan ratusan anggota organisasi sayap NU, antara lain pengurus dan anggota Gerakan Pemuda Ansor, Pengurus Cabang Muslimat NU, Fatayat NU, Banser, aktivis PMII, IPPNU, dan Pergunu.

    Menurut Ipong, Khofifah pantas memimpin Jawa Timur lantaran dianggap memiliki sepak terjang yang matang dan berpengalaman di kancah politik nasional.

    Baca juga: Kubu Khofifah Yakin Kontestan Pilkada Jatim Hanya Dua Pasang

    "Mudah-mudahan Ibu Khofifah jadi Gubernur Jatim. Mari kita semua berdoa dan mendukung," katanya dalam Resepsi Tasyakuran Peringatan 28 tahun Ponpes Putri Al Mawaddah, Ponorogo.

    Khofifah mendapat dukungan dari sejumlah kiai sepuh Banyuwangi untuk maju dalam pilgub Jatim 2018. Kiai tersebut antara lain pengasuh pesantren Mansyaul Huda Banyuwangi, KH Suyuti Toha; pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Banyuwangi, KH Hisyam Syafaat; serta tokoh muda NU dan mantan Wakil Bupati Banyuwangi periode 2005-2010, Gus Yusuf Nuris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.