Ketika Jokowi Merasa Tiga Tahun Pemerintahannya Berlalu Cepat

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Darul Arqam usai Rapat Koordinasi Nasional Pondok Pesatren Muhammadiyah Darul Arqam, di Kabupaten Garut, Jawa Barat, 17 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Darul Arqam usai Rapat Koordinasi Nasional Pondok Pesatren Muhammadiyah Darul Arqam, di Kabupaten Garut, Jawa Barat, 17 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga tahun sudah pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berlangsung. Selama tiga tahun, tema perayaan Jokowi selalu dibarengi dengan topik kerja. Tahun pertama (2015), pemerintah mengambil tema "ayo kerja" lalu "kerja nyata" (2016) dan "kerja bersama" (2017).

    Tiga tema "kerja" itu menurut Presiden Joko Widodo dalam wawancaranya dengan Antara, menghasilkan satu ciri metode kerja pemerintah, yaitu "cepat"."Orang mengatakan cepat banget, sangat cepat, apalagi kita terbawa arus kerja, yang enggak kenal waktu semua, tahu-tahu sudah tiga tahun," kata Presiden Jokowi, Senin, 16 Oktober 2017.

    Baca juga: 3 Tahun Jokowi-JK, Mahfud Md. Sebut Penegakan Hukum Belum Maksimal

    Di hari-hari menjelang perayaannya, agenda Presiden Jokowi cukup padat. Presiden sering kunjungan kerja ke berbagai daerah, langsung ke pembangunan prasarana, selain memastikan sejumlah program berjalan dan diterapkan sesuai dengan sasaran.

    Dalam tiga tahun, Presiden Jokowi juga menilai sejumlah pembangunan prasarana mulai rampung, bahkan keseluruhan program dalam tiga tahun pemerintahannya ia yakini sudah mencapai 60 persen atau dua pertiga dari target. Tujuan dari pembangunan itu adalah mengubah pola pembangunan, yang semula cenderung "Jawa sentris" menjadi "Indonesia sentris".

    BACA: 3 Tahun Jokowi-JK, Berikut Catatan Ketua MPR

    Presiden Jokowi mencontohkan pembangunan prasarana, yang tersebar banyak di berbagai daerah, misalnya, di Kalimantan 24 kegiatan, di Sulawesi 27, di Maluku dan Papua sekitar 13 pembangunan, baik berupa bendungan, pelabuhan, bandar udara, pembangkit listrik, maupun berbagai proyek lain.

    Sejumlah proyek tertunda lama pun dibereskan dalam tahun ketiga pemerintahannya itu. Contohnya adalah jalan tol Palembang-Pemulutan di Palembang sepanjang 21 kilometer, yang menjadi jalan tol pertama di Sumatera Selatan. Presiden sampai mendatangi pembangunan jalan tersebut hingga empat kali untuk memastikannya selesai.

    Proyek lain adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, yang direncanakan 29 tahun lalu tapi tidak kunjung rampung karena persoalan pembebasan tanah, tapi akhirnya diresmikan tepat pada peringatan tiga tahun pemerintah Jokowi-JK, 20 Oktober 2017. "Ya pas saja, karena memang ini sudah selesai tiga bulan lalu, pas waktunya hari ini. Alhamdulillah bisa kita resmikan dan tinggal kerja," kata Presiden Jokowi di Mandalika, Jumat, 20 Oktober 2017.

    BACA: 3 Tahun Pemerintah Jokowi-JK, Ini Harapan SBY

    Menurut Jokowi, kerja cepat itu juga tidak lepas dari gerakan "revolusi mental", yang disampaikan Jokowi pada masa kampanye pemilihan presiden 2014.

    "Revolusi mental orang senangnya masih seperti dulu jargon-jargon, ndak lah. Kita ini memberi contoh, apa sih yang namanya kerja keras? Yang namanya mengontrol pekerjaan agar berkualitas seperti apa? Kerja yang cepat itu seperti apa? Kerja yang melayani itu seperti apa? Mengantri itu seperti apa? Ini kan mengubah mind set, yang kita perlukan," kata Presiden Jokowi.

    Tidak kalah penting adalah bidang kelautan dengan membangun pelabuhan dan bandar udara di pulau terluar, seperti Pulau Miangas dan Kepulauan Natuna, untuk mendorong hubungan kelautan sebagai negara dengan dua per tiga wilayahnya adalah perairan.

    Apalagi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, menurut Presiden Jokowi, "baru" menenggelamkan sekitar 315 kapal asing dari tujuh ribu kapal, yang sebelumnya dibiarkan lalu-lalang tanpa izin di perairan Indonesia

    Meski demikian, Jokowi mengaku masih ada hambatan dalam "kerja cepat" itu, yaitu masalah pembebasan lahan serta terlalu banyak aturan ruwet dan tumpang-tindih, sehingga birokrasi tidak bisa bergerak cepat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.