Pertemuan Jusuf Kalla-Erdogan Bahas Kerja Sama Ekonomi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla berpose bersama pemimpin negera-negara D8 di Istanbul, Turki, Jumat, 20 Oktober 2017. Juru bicara Wapres, Husain Abdullah.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla berpose bersama pemimpin negera-negara D8 di Istanbul, Turki, Jumat, 20 Oktober 2017. Juru bicara Wapres, Husain Abdullah.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istana Mabeyn, Dolmabache, Istanbul, Jumat sore, 20 Oktober 217. Pertemuan itu membahas peningkatan dan pengembangan kerja sama ekonomi, yaitu perdagangan, energi, dan industri pertahanan.

    Pertemuan kedua pemimpin tersebut dilakukan setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Developing Eight (KTT D8) ke-9 di Lutfi Kirdar International Convention and Exhibition Center, Istanbul, Turki. Pertemuan berlangsung hangat. Kedua pemimpin itu saling tegur sapa seperti teman akrab yang lama tidak bertemu. "Bagaimana kabarmu, Saudaraku," kata Erdogan kepada JK dalam bahasa Inggris, seperti dikutip dalam siaran pers juru bicara Wapres, Husain Abdullah, Sabtu, 21 Oktober 2017.

    Baca: Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Jusuf Kalla Usulkan Ini di KTT D-8...

    Duta Besar Indonesia untuk Turki, Wardana, menyatakan, dalam pertemuan itu, Erdogan menggarisbawahi apa yang telah dia bicarakan dengan Presiden Joko Widodo. Hal itu terkait dengan peningkatan dan pengembangan kerja sama ekonomi.

    Untuk peningkatan kerja sama kedua negara, Erdogan mengusulkan perlu dibentuk High Level Strategic Council. "Yang menonjol dalam pertemuan ini disarankan dibentuk High Level Strategic Council yang bersifat rutin. Intinya, pembentukan forum komunikasi untuk membahas pengembangan kerja sama antara kedua negara di berbagai bidang," ujar Wardana.

    Baca juga: Mengapa Kalla Ingin Forum KTT D8 Digabung Forum Bisnis

    JK sangat mengapresiasi dan menyambut baik usul Erdogan. Wardana menyatakan draf kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Turki akan disiapkan dalam waktu singkat. "Kedua Menteri Luar Negeri telah ditugaskan menindaklanjuti."

    Turut hadir mendampingi Jusuf Kalla adalah Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Duta Bes Indonesia untuk Turki, Wardana, dan Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.