Kebakaran Hutan, Sebagian Aceh Barat Diselimuti Asap Tebal

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hutan yang dibakar di luar kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 1 November 2015. Kebakaran hutan ini diperparah dengan fenomena alam El Nino, yaitu berkurangnya curah hujan yang menyebabkan kemarau panjang. Ulet Ifansasti/Getty Images

    Hutan yang dibakar di luar kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 1 November 2015. Kebakaran hutan ini diperparah dengan fenomena alam El Nino, yaitu berkurangnya curah hujan yang menyebabkan kemarau panjang. Ulet Ifansasti/Getty Images

    TEMPO.CO, Meulaboh - Sebagian wilayah Aceh Barat, seperti kawasan jalan nasional lintas Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat menuju Calang, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, Jumat malam, 20 Oktober 2017, diselimuti asap tebal. Asap itu disebut merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bergambut di sekitar lokasi.

    "Asap mulai tampak pukul 20.00 WIB. Tidak tahu asalnya dari mana, tapi sudah terasa perih saat menghirup napas. Siang tadi tidak ada (asap), habis Magrib tadi baru mulai kelihatan karena lampu di jalan sudah hidup," kata Ros, wanita pemilik usaha kelontong di Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Jumat. Akibat asap tersebut, jarak pandang pengguna kendaraan di lokasi itu cukup terbatas.

    Baca: Koalisi Lingkungan Persoalkan Pengelolaan Lahan Gambut RAPP

    Beberapa pengendara sepeda motor sempat berhenti di persimpangan Suak Timah tersebut. Selain karena merasa terganggu oleh asap, pengendara menyempatkan berbelanja dan istirahat setelah menempuh perjalanan dari arah Meulaboh menuju Calang, Aceh Jaya.

    Asap terasa paling mengganggu bagi para pengendara roda dua karena langsung mengganggu pernapasan dan jarak pandang. Sementara itu, pengguna mobil juga bisa melihat asap dari celah cahaya lampu jalan dan kendaraan sehingga mengganggu jarak pandang.

    Baca: Kebakaran di Taman Nasional Gunung Ceremai Menjadi 111 Hektare

    Kebakaran hutan dan lahan bergambut itu diduga berasal dari arah kawasan Desa Peunia dan Simpang, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Gumpalan asap terlihat hingga ke Kecamatan Samatiga dan Desa Suak Nie, Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan.

    Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Jumat pagi merilis, satelit Terra dan Aqua mendeteksi dua persebaran titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Aceh Barat akibat karhutla. Satu hotspot diidentifikasi berada di Kecamatan Johan Pahlawan dan lainnya di Kecamatan Kaway XVI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.