3 Kriteria Wapres Pendamping Jokowi Versi Indikator Politik

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyampaikan paparan pada rilis survey tentang Efek Kampanye dan Efek Jokowi: Elektabilitas Partai Jelang Pemilu Legislatif 2014 di Jakarta (4/4). Data lembaga survey Indikator Politik Indonesia, penetapan Jokowi menjadi capres meningkatkan suara PDIP. ANTARA/Wahyu Putro

    Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyampaikan paparan pada rilis survey tentang Efek Kampanye dan Efek Jokowi: Elektabilitas Partai Jelang Pemilu Legislatif 2014 di Jakarta (4/4). Data lembaga survey Indikator Politik Indonesia, penetapan Jokowi menjadi capres meningkatkan suara PDIP. ANTARA/Wahyu Putro

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan ada kriteria tertentu yang mesti dipenuhi seorang wakil presiden (wapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Sebab, posisi elektabilitas Jokowi saat ini masih belum aman.

    "Karena masih belum aman, posisi wapres menjadi menentukan," ucap Burhanuddin dalam acara Ormas Pro Jokowi (PROJO) bertajuk "Siapa Wapres Jokowi 2019?" di Warung Solo, Kemang, Jakarta Selatan pada, Jumat, 20 Oktober 2019.

    Baca juga: Indikator Politik: Kepuasan Masyarakat terhadap Jokowi 68 Persen

    Pekan lalu, Indikator Politik sebelumnya telah melansir sebuah survei terkait kinerja Jokowi. Dalam survei tersebut, disebutkan bahwa ada sejumlah 68 persen masyarakat yang merasa puas dengan kinerja Jokowi tetapi tren elektabilitas Jokowi sejak tahun 2016 lalu hingga September 2017 hanya berkisar di angka 48 persen.

    Karena itu, menurut Burhanuddin, ada tiga kriteria yang mesti dipenuhi jika nantinya Jokowi memilih sosok wakil presiden untuk mendongkrak elektabilitasnya. Yang pertama adalah sosok yang bisa memenangkan pemilihan umum (winning the election) karena menang menjadi hal yang menentukan siapa yang bakal menjadi pendamping Jokowi.

    "Untuk ukuran yang pertama memang harus winning the election, karena dua ukuran yang lain, jadi enggak ada apa-apanya kalau kalah," ucapnya.

    Sebab, kata Burhan, ada segmen tertentu pada masyarakat kita yang puas terhadap kinerja Jokowi tetapi tidak mau memilihnya, yakni segmen pemilih muslim. Karena itu, posisi wakil presiden harus mampu menarik pendukung masyarakat yang puas tetapi tidak memilihnya tersebut.

    Kemudian yang kedua, menurut Burhan, kriteria yang mesti dipenuhi adalah sosok yang memiliki kemampuan untuk memerintah. Artinya, bahwa sosok tersebut bisa melengkapi Jokowi yang memiliki kemampuan secara teknokratis.

    Yang terakhir, sosok yang akan mendampingi Jokowi tersebut harus memiliki kemampuan menyatukan suara-suara partai politik pendukungnya. Apalagi jika nanti ada partai pendukungnya yang tidak menerima dengan calon usulan Jokowi. "Kalau misalnya salah satu partai menyodorkan ketua umumnya sebagai wapres, apakah yang lain ikhlas?" ucap Burhanuddin.

    Hasil survei Indikator Politik sebelumnya, mencatat ada tiga nama yang dinilai publik layak menjadi pendamping Jokowi pada pemilihan presiden 2019 mendatang. Ketiga nama tersebut adalah Gatot Nurmantyo, Sri Mulyani Indrawati, dan Tito Karnavian.

    DIAS PRASONGKO

    Baca juga: Survei Pemilu 2019: Resep Jokowi  Kalahkan Penantang Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.