Heboh Penampakan Harimau Jawa di Ujung Kulon, Ini Perkembangannya

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harimau jawa yang terlihat di Ujung Kulon. instagram.com

    Harimau jawa yang terlihat di Ujung Kulon. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta -- Organisasi konservasi lingkungan WWF Indonesia mengungkapkan keberadaan Harimau Jawa, telah punah dari ekosistemnya. Hal itu menyusul adanya informasi yang beredar terkait penampakan harimau Sumatra di Padang Penggembalaan Cidaun, Taman Nasional Ujung Kulon, pada 25 Agustus 2017.

    "Sudah dipastikan itu bukan Harimau Jawa. Data yang salama ini, tidak terbukti spesies tersebut. Sebab, memang sudah lama menghilang," kata Director Policy, Sutainability and Transformastion WWF Indonesia Aditya Bayunanda di Jakarta, Kamis, 19 Oktober 2017.

    BACA;Tujuh Fakta Menyedihkan tentang Kepunahan Harimau Jawa

    Menurut dia, foto penampakan hewan seperti Harimau jawa tersebut, memang hampir mirip dengan spesies bernamalatin panthera tigris sondaica itu. Namun, setelah diteliti dengan seksama penampakan tersebut merupakan kucing besar lainnya. "Yang pasti itu memang bukan Harimau Jawa," ucapnya.

    Selain itu, ia menuturkan ada beberapa hewan yang terancam punah di Indonesia, di antaranya Badak Sumatra, Harimau Sumatra dan Gajah. Badak Sumatra terancam punah karena spesiesnya terpencar-pecar di sejumlah wilayah. Sehingga, kata dia, suit untuk berkembang biak dan akan menurunkan kualitas keturunannya.

    "Selain Harimau Jawa, Badak Sumatra tinggal 100 ekor di Indonesia, ucapnya. Sedangkan, untuk Harimau Sumatra ada 400 ekor, dan gajah ada 1.500-2.000 ekor. "Hewan-hewan ini harus mendapatkan perhatian karena habitatnya semakin sempit," ucapnya.

     IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.