Profil Hakim Sidang Praperadilan Kasus Heli AW 101

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK bersama Polisi Militer TNI, melakukan pemeriksaan fisik kondisi dari luar dan dalam Helikopter Agusta Westland (AW) 101, di Hanggar Skadron Teknik 021, Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 24 Agustus 2017. KPK melaksanakan pemeriksaan fisik untuk penyidikan kasus dugaan korupsi pembelian helikopter tersebut. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik KPK bersama Polisi Militer TNI, melakukan pemeriksaan fisik kondisi dari luar dan dalam Helikopter Agusta Westland (AW) 101, di Hanggar Skadron Teknik 021, Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, 24 Agustus 2017. KPK melaksanakan pemeriksaan fisik untuk penyidikan kasus dugaan korupsi pembelian helikopter tersebut. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan menggelar sidang perdana gugatan praperadilan yang diajukan oleh tersangka dugaan korupsi pembelian helikopter AgustaWestland 101 atau heli AW 101, Irfan Kurnia Saleh besok. Sidang akan dipimpin langsung oleh hakim tunggal yaitu hakim Kusno.

    "Beliau menjabat sebagai Wakil Ketua PN Jakarta Selatan," kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Made Sutrisna melalui pesan singkat kepada Tempo di Jakarta, Kamis, 19 Oktober 2017.

    Direktur PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh merupakan salah satu tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam lelang untuk pembelian heli AW 101 oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. Irfan diduga mengatur lelang tersebut dan menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 224 miliar.

    Dikutip dari situs resmi PN Jakarta Selatan, Hakim Kusno baru menjabat sebagai Wakil Ketua PN Jakarta Selatan selama tiga bulan. Ia dilantik untuk mengisi jabatan saat ini oleh Ketua PN Jakarta Selatan Aroziduhu Waruwu pada Rabu, 19 Juli 2017 lalu.

    Bukan kali ini saja hakim Kusno memimpin sidang yang melibatkan KPK. Dari catatan Tempo, hakim Kusno pernah memimpin sidang gugatan praperadilan terhadap Kejaksaan Agung pada 21 Desember 2009. Gugatan praperadilan diajukan atas terbitnya surat ketetapan penghentian penuntutan (SKPP) dalam kasus Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto.

    Bibit dan Chandra saat itu dituding melakukan pemerasan dan penyalahgunaan wewenang. Keduanya pun bahkan sempat ditahan di Mabes Polri pada 2009 akibat kasus tersebut.

    Baca juga: Jokowi Telusuri Dugaan Pelanggaran Kasus Helikopter AW101

    Satu bulan sebelumnya pada November 2009, Kejaksaan Agung resmi menghentikan kasus yang menyeret dua mantan pimpinan lembaga antirasuah itu. Meski unsur delik terpenuhi, Kejaksaan beralasan keduanya hanya menjalankan perintah undang-undang. Dengan terbitnya SKPP tersebut, status tersangka pada Bibit-Chandra otomatis dicabut.

    Ada dua pengajuan praperadilan saat itu dan keduanya ditolak oleh hakim Kusno dan hakim Tahsin. Penolakan ini berarti kemenangan bagi Bibit dan Chandra.

    Sekitar tiga tahun kemudian, Hakim Kusno juga memimpin sidang dengan kasus lain. Ia memimpin sidang gugatan praperadilan di PN Jakarta Selatan, 13 Maret 2012 atas penangkapan John Refra alias John Kei.

    John dibekuk di Hotel C'One, Pulo Mas, Jakarta Timur, 17 Februari 2012. John Kei ditembak di betis kanannya. Polisi berdalih dia melakukan perlawanan.

    Baca juga: SB Tersangka Kasus Heli AW101, Puspom TNI: Penyidikan Transparan

    Sempat mengajukan praperadilan, Hakim tunggal Kusno akhirnya menolak gugatan tersebut. Hakim Kusno menolak keterangan para kuasa hukum dan saksi dari John Kei, yakni Berek Manis, Devi Ananda, dan Jusuf Fakaubun karena tak melihat secara langsung penangkapan terhadap John oleh polisi saat itu.

    Made mengatakan Hakim Kusno akan memimpin sidang praperadilan tersangka korupsi pembelian Heli AW 101 Irfan melawan KPK, besok pukul 09.00 WIB. Sementara juru bicara KPK, Febri Diansyah menyebut lembaganya telah menerima panggilan untuk hadir dan tengah mempelajari materi yang diajukan dalam praperadilan nanti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.