Yenny Wahid Sebut Kata Pribumi dalam Pidato Anies Sensitif

Direktur Wahid Institute Yenny Wahid saat memberi sambutan dalam acara Deklarasi Gerakan Perempuan Pro-Birokrasi Bersih dan Melayani (GPP-BBM) di Menteng, Jakarta, (24/07). Gerakan ini merupakan bentuk perwujudan dan pelaksanaan reformasi birokrasi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Jakarta- Direktur Wahid Foundation, Zanuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid menyebut penggunaan kata pribumi oleh Anies Baswedan pada pidato perdananya sebagai Gubernur DKI Jakarta tidak tepat.

Pribumi multitafsir dan sangat sensitif dan bisa menimbulkan trauma dengan kondisi sosio-psikologis masyarakat saar ini. “ Saya berharap Pak Anies ke depan memilih tidak menggunakan kata-kata yang multitafsir yang  berujung pada multitafsir dan konflik,” kata Yenny di sela Konferensi Internasional bertajuk Reporting Religion in Asia yang digelar di Universitas Multimedia Nusantara Tangerang, 19 Oktober 2017.

Simak: Video Pidato Anies Baswedan yang Sebut Istilah Pribui 

Anak Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu diundang The International Association of Religion Journalist (IARJ) dan Serikat Jurnalis untuk Keberagaman untuk bicara tentang Islam & Democracy In Indonesia bersama Sekretaris Jenderal Muhammadiyah Abdul Mu’ti dan anggota Majelis Ulama Indonesia Syafiq Hasyim.

Pemakaian kata pribumi, kata Yenny bisa membuat sebagian orang tersekat-sekat. Itu bisa membuat sebagian orang mendukung pengkotak-kotakan. Ia berharap setiap pemimpin menggunakan kata-kata yang menyejukkan sehingga merangkul dan menyatukan masyarakat.

Selain mengkotak-kotakkan masyarakat, kata pribumi yang multi tafsir, kata Yenny juga merugikan Anies. Sejumlah orang kini mem-bully Anies. “Beliau yang golkar (golongan keturunan Arab) menjadi korban. Kata-kata yang multitafsir semacam itu berpotensi menghantam diri sendiri,” kata Yenny.

Ia menyarankan agar Anies dan para pemimpin  tidak menggunakan retorika atau kata-kata yang membangkitkan sentimen terlalu ekstrem. Ukuran kenegarawanan seseorang menurut dia dilihat dari bagaimana dia mengatakasi desakan kelompok pendukungnya atau bekerja untuk kepentingan seluruh masyarakat.

Dia juga menyentil para politisi yang menggunakan isu-isu populis dan sentimen etnis yang tidak bertanggung jawab karena menyebabkan persatuan terkoyak. Membawa sentimen etnis dengan mengkotak-kotakkan pribumi dan non-pribumu tidak menyelesaikan masalah. “Seharusnya politisi bersaing berdasarkan program kerja, bukan menggunakan isu populis hanya untuk mengeksploitasi perasaan masyarakat,” kata dia.






Mewakili Anies Baswedan, Riza Patria Buka Jakarnaval 2022 di Sirkuit Formula E Ancol

54 menit lalu

Mewakili Anies Baswedan, Riza Patria Buka Jakarnaval 2022 di Sirkuit Formula E Ancol

Mewakili Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Gubernur Ahmad Riza Patri membuka Jakarnaval 2022 secara resmi di Sirkuit Formula E Ancol.


Anies Baswedan Banggakan Jakarta di Instagram, Cerita Staf Gubernur Tokyo Minta Foto Bersama

2 jam lalu

Anies Baswedan Banggakan Jakarta di Instagram, Cerita Staf Gubernur Tokyo Minta Foto Bersama

Anies Baswedan dalam kunjungan kerja ke Tokyo, Jepang berbagi cerita pengakuan warga Jepang yang merasakan nyamannya angkot di Jakarta.


Anies Baswedan Bertemu JICA di Jepang Bahas Progres Proyek MRT Jakarta

3 jam lalu

Anies Baswedan Bertemu JICA di Jepang Bahas Progres Proyek MRT Jakarta

Gubernur DKI Anies Baswedan bertemu JICA dalam lawatannya ke Jepang. Membahas progres proyek MRT Jakarta.


Anies Baswedan Bertemu Gubernur Tokyo, Perempuan Jepang Fasih Bahasa Inggris dan Arab

5 jam lalu

Anies Baswedan Bertemu Gubernur Tokyo, Perempuan Jepang Fasih Bahasa Inggris dan Arab

Bertemu Gubernur Tokyo Yuriko Koike, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membahas usaha untuk bangkit dari pandemi Covid-19.


Thomas Lembong Blak-blakan Ungkap 5 Masalah yang Membelit Ancol

1 hari lalu

Thomas Lembong Blak-blakan Ungkap 5 Masalah yang Membelit Ancol

Thomas Lembong menyebut Anies Baswedan telah menyetujui untuk merombak direksi Ancol secara besar-besaran. Bakal diisi para profesional.


Bima Arya Sentil Pemprov DKI Soal Citayam Fashion Week: Orang kan Bilang Macet, ya Buat Aturan dong

1 hari lalu

Bima Arya Sentil Pemprov DKI Soal Citayam Fashion Week: Orang kan Bilang Macet, ya Buat Aturan dong

Wali Kota Bogor Bima Arya menyayangkan Citayam Fashion Week dilarang digelar di Dukuh Atas. Ekspresinya jangan dilarang, jangan dipindah.


Bima Arya Sesalkan Citayam Fashion Week di Dukuh Atas Ditutup, Ajak Bonge dkk Main ke Bogor

1 hari lalu

Bima Arya Sesalkan Citayam Fashion Week di Dukuh Atas Ditutup, Ajak Bonge dkk Main ke Bogor

Wali Kota Bima Arya menyesalkan Citayam Fashion Week di Dukuh Atas ditutup. Seharusnya Pemprov DKI mengatur dan bukannya melarang.


Utang Ancol Menumpuk sampai Rp 1,4 Triliun, Bagaimana Cara Bayarnya?

1 hari lalu

Utang Ancol Menumpuk sampai Rp 1,4 Triliun, Bagaimana Cara Bayarnya?

Thomas Lembong menjelaskan, total utang Ancol naik dari periode sebelum pagebluk yang sebesar Rp 1 triliun.


Akhir Pekan, Anies Baswedan Melawat Ke Jepang Bertemu Gubernur Tokyo

1 hari lalu

Akhir Pekan, Anies Baswedan Melawat Ke Jepang Bertemu Gubernur Tokyo

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan lawatan ke Jepang. Ia bertemu dengan Gubernur Tokyo Yuriko Koike.


Jajal Sistem Tarif Integrasi Jakarta, Terhambat di Pembayaran dan Scan Barcode

2 hari lalu

Jajal Sistem Tarif Integrasi Jakarta, Terhambat di Pembayaran dan Scan Barcode

Tempo mendapati sejumlah kendala saat menjajal penerapan sistem tarif integrasi antarmoda ini