PIBT Diyakini Dapat Perbaiki Ekonomi Indonesia

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PIBT Diyakini Dapat Perbaiki Ekonomi Indonesia

    PIBT Diyakini Dapat Perbaiki Ekonomi Indonesia

    INFO NASIONAL - Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi mengungkapkan dalam tiga bulan pelaksanaan program penertiban impor berisiko tinggi (PIBT) berbagai hasil positif telah diraih. Salah satunya ditunjukkan dengan kepatuhan importir berisiko tinggi akan kewajiban perpajakan yang terus menunjukkan perbaikan. Hingga Oktober 2017, 348 dari 674 importir yang sebelumnya diblokir, telah kembali melakukan aktivitas impor setelah memenuhi kewajiban perpajakannya.

    “Jumlah kepatuhan importir yang meningkat dapat dilihat dari transaksi impor risiko tinggi yang menunjukkan penurunan. Setelah deklarasi 12 Juli 2017, sampai Oktober ini terjadi penurunan dokumen impor sebesar 49,3 persen,” ujarnya.

    Penurunan tersebut, kata Heru, diiringi juga dengan peningkatan rata-rata devisa impor (taxbase). “Terdapat peningkatan devisa impor sebesar 39,4 persen per dokumen impor dan pembayaran pajak impor sebesar 49,8 persen per dokumen impor,” ucapnya.

    Meski demikian, ada dampak yang dirasakan pengguna jasa dari pengetatan pengawasan ini, di antaranya bertambahnya waktu pemeriksaan barang di pelabuhan. Namun tambahan waktu tersebut tidak signifikan terhadap dwelling time karena jumlah importir berisiko tinggi kurang dari lima persen.

    Menanggapi soal program ini, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto menyatakan apresiasinya atas penerapan PIBT yang telah berjalan ini. “Saya rasa PIBT memang patut untuk diterapkan guna menertibkan praktik-praktik perdagangan ilegal. Meski memang dirasa berat bagi para pelaku impor berisiko tinggi yang sudah nyaman dengan regulasi lama, tapi program ini harus dilihat dampak ke depannya,” tuturnya.

    Heru juga mengungkapkan seiring dengan pengetatan pengawasan impor risiko tinggi, pemerintah tidak tinggal diam dan berkoordinasi dengan Kementerian dan Lembaga lain, guna melakukan pembenahan perizinan impor dengan membentuk tim tata niaga ekspor dan tim teknis percepatan pemenuhan perizinan impor. “Kami harap sinergi dan dukungan dari berbagai pihak dapat tetap terjaga, sehingga PIBT dapat terus berjalan baik serta mendorong perdagangan sehat dan fair, pertumbuhan industri dalam negeri, serta mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor perpajakan,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.