Tito Karnavian Ogah Ditanya Soal Densus Antikorupsi Saat Doorstop

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memberikan keterangan seusai membuka apel Kasatwil 2017 di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, 9 Oktober 2017. Tempo/Arkhelaus

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian memberikan keterangan seusai membuka apel Kasatwil 2017 di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, 9 Oktober 2017. Tempo/Arkhelaus

    Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Tito Karnavian, enggan menanggapi pemberitaan mengenai Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang tidak setuju adanya pembentukan Densus Antikorupsi.

    "Mengenai Densus Tipikor, saya tidak ingin komen saat doorstop," ujar Tito di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan pada Kamis, 19 Oktober 2017.

    Baca juga: 6 Lembaga Awasi Birokrasi, JK: Tak Perlu Densus Antikorupsi

    Ia merasa diadu dengan banyak tersebarnya informasi mengenai densus antikorupsi tersebut. "Jangan diadu-adu dengan komentar lain yang hanya sepotong," kata Tito.

    Ia menuturkan, pada siang ini, ia akan menggelar pertemuan dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, untuk membicarakan Densus Antikorupsi itu lebih lanjut. Ia juga berjanji, akan menyediakan waktu untuk wawancara secara khusus kepada awak media guna memberikan penjelasan dan klarifikasi mengenai hal tersebut.

    Sebelumnya, Kalla mengatakan pemberantasan korupsi saat ini cukup dengan memaksimalkan kerja dan koordinasi antara KPK, kepolisian, dan kejaksaan. Ia menilai belum perlu ada tim baru untuk memberantas korupsi.

    Menurut Kalla, pembentukan Densus Antikorupsi, bila tanpa perencanaan yang matang, justru berpotensi menghambat pembangunan. Ia khawatir keberadaan Densus hingga tingkat kepolisian sektor akan membuat para pengambil keputusan di daerah gelisah. Pejabat takut mengambil keputusan karena khawatir masuk kategori korupsi. 

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.