Jenglot Itu Akhirnya Akan Dilarung ke Selat Madura

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukan sebuah jenglot saat gelar barang bukti hasil penggeledahan dari dalam sel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan di Markas Polda Bali, 21 Desember 2015. Penggeledahan ini dilakukan pasca bentrok antar oraganisasi masyarakat di Lapas Kerobokan. TEMPO/Johannes P. Christo

    Petugas menunjukan sebuah jenglot saat gelar barang bukti hasil penggeledahan dari dalam sel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan di Markas Polda Bali, 21 Desember 2015. Penggeledahan ini dilakukan pasca bentrok antar oraganisasi masyarakat di Lapas Kerobokan. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Surabaya -‎ Camat Bulak, Kota Surabaya, Suprayitno, akhirnya melarung benda misterius yang diduga Jenglot ke Selat Madura. Sosok berbentuk miniatur manusia dengan rambut panjang dan mengeluarkan bau anyir tersebut ditemukan di Pantai Watu-Watu, Kenjeran, Surabaya Senin, 16 Oktober 2017. Sejak saat itu,‎ Jenglot dipindahkan ke kantor Kecamatan Bulak dan disimpan dalam lemari.

    Saksikan videonya: Ini Penampakan Seram Jenglot yang Gegerkan Warga Surabaya

    Semula, Suprayitno berencana melarung  Jenglot sepekan kemudian. Namun, belakangan benda itu mulai membuat dia kerepotan.‎ "Kondisi kantor kecamatan jadi jujugan warga untuk melihat Jenglot. Dari anak kecil, ibu-ibu, sampai yang tua, bahkan dari media. Luar biasa," ujarnya saat ditemui wartawan di perkampungan nelayan Cumpat, Rabu, 18 Oktober 2017.

    Baca juga: Heboh Jenglot, Ini Kesaksian Agus Curik yang Melarungnya ke Laut
    Soal Jenglot, Camat Bulak Persilakan Diperiksa ke Laboratorium

    Pria berkumis itu mengeluh, gara-gara Jenglot  pelayanan di kantor kecamatan jadi terganggu. Jika Jenglot tetap disimpan di kantornya, ia dan para pegawai bakal terus disibukkan oleh kedatangan pengunjung. "Makin banyak pengunjung yang melihat, malah membuat nuansa mistik atau sirik. Jadi kami memutuskan sebaiknya dilarung hari ini saja," tutur dia.‎


    Bersama beberapa pegawai  kecamatan, 
    Suprayitno ‎membawa Jenglot berbalut kain putih  dalam kotak kayu itu ke pinggir pantai. Selanjutnya dia menggunakan perahu menuju Selat Madura sisi timur Jembatan Suramadu.

    Simak: Jenglot Temuan di Pantai Surabaya Disimpan di Kecamatan Bulak


    Perahu berlayar sampai sekitar dua kilometer dari bibir pantai. "Kami larung di posisi sekiranya kedalaman s‎udah mencapai arus untuk bisa membawanya sampai ke tengah laut," ucapnya.‎

    Kendati keaslian Jenglot itu belum jelas benar, namun ia meminta masyarakat tetap menghormati fenomena tersebut.‎ Di ‎Surabaya yang metropolitan, kata dia, masih ada yang memegang tradisi maupun ritual tertentu. "Hari gini masih ada seperti itu di metropolis. Tapi kita hormati budaya seseorang, atau hasil karya seseorang."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.