JK: Anies Gunakan Kata Pribumi dalam Konteks Era Kolonial

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres JK memberi buku pada Anies Baswedan, di rumah dinas Wapres, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, 13 Oktober 2017. Buku tersebut berisi 100 kota terbaik di dunia versi Lonely Planet. Foto: Juru Bicara Wapres, Husain Abdullah.

    Wapres JK memberi buku pada Anies Baswedan, di rumah dinas Wapres, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, 13 Oktober 2017. Buku tersebut berisi 100 kota terbaik di dunia versi Lonely Planet. Foto: Juru Bicara Wapres, Husain Abdullah.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kata pribumi yang digunakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pidatonya adalah dalam konteks menceritakan sejarah. Karena itu, tak ada yang salah dalam penggunaan istilah pribumi tersebut.

    "Kita lihat konteksnya. Pidatonya bicara tentang kolonial, dalam zaman kolonial," kata Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 17 Oktober 2017.

    Baca juga: Pidato Anies Soal Pribumi Tak Hanya Disimak Warga Jakarta

    Sebab itu, kata Kalla, pidato perdana Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta tak seharusnya dipermasalahkan. "Jadi jangan hanya cut satu kata, tapi dalam konteks apa dia bicara," kata Kalla.

    Kalla melanjutkan istilah pribumi dalam pidato Anies menceritakan konteks sejarah di zaman kolonial dimana pribumi harus bangkit. Berbeda halnya jika Anies berbicara untuk jangan memberi kesempatan kepada suatu golongan. Hal tersebut tentu salah.

    Baca juga: Protes Pidato Anies, LBH Jakarta: Stop Pakai Kata Pribumi

    Pada zaman kolonial, ujar Kalla, keadaan pribumi terpuruk. Kondisi tersebut tidak boleh terjadi lagi. "Sekarang jangan lagi, harus maju. Jadi dia bicara konteks sejarah, tidak bicara konteks diskriminatif. Dulu diskriminatif, sekarang jangan," ujar Kalla.

    Pidato perdana Anies yang disampaikan Senin malam, 16 Oktober 2017, menuai polemik karena menggunakan istilah pribumi. Banyak warganet yang memprotes penggunaan istilah tersebut karena dianggap berbau rasis. Anies sendiri telah memberikan penjelasaan soal pidatonya. Dia mengatakan istilah pribumi dalam pidatonya mengacu pada era kolonial.

    Baca juga: Inilah Penyebab Pidato Gubernur Anies Soal Pribumi Bikin Geger


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.