Pidato Pelantikan Gubernur Anies Menuai Komentar Warganet

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Wakil Gubernur Sandiaga Uno (kanan) menyampaikan pidato usai serah terima jabatan di Balai Kota DKI Jakarta, 16 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Wakil Gubernur Sandiaga Uno (kanan) menyampaikan pidato usai serah terima jabatan di Balai Kota DKI Jakarta, 16 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Pidato pelantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuai komentar warganet. Sebagian komentar positif namun tidak sedikit yang juga bernada negatif.

    Akun Twitter @Falla_Adinda misalnya memuji pidato Anies Baswedan. Menurut dia rangkaian kata-katanya sangatl indah. "Pidato Anies keren. Indeed, karena cuma beliau yang bisa bikin kalimat seindah ini, dan muntahinnya dalam waktu yang ga lama,” ujarnya. 

    Kicauan @Royaniyus juga memuji. Ia mengaku bangga karena Gubernur DKI Jakarta yang baru menggunakan pepatah batak "Holong manjalak holong, holong manjalak domu.” Artinya, Kasih sayang mencari kasih sayang, kasih sayang menciptakan persatuan. “Pidato Pak Anies bawa pepatah Batak. Suatu kehormatan utk kami orang Batak.”

    Baca: Usai Dilantik sebagai Gubernur DKI, Ini Kata Anies ...

    Sedangkan yang mengecam pidato Anies Baswedan mempersoalkan ucapan Anies bahwa kaum pribumi ditindas sejak dahulu. Akun Twitter milik Wakil Sekretaris Jenderal dan Juru Bicara DPP Partai Demokrat Rachlan Nashidik, @RachlanNashidik misalnya.

    "Pidato Anies mengecewakan. Pribumi-non pribumi adalah bagian dari politik masa lalu yang harus tetap kita simpan di belakang." Rachlan memprotes melalui akun Twitternya.

    Sedangkan akun Twitter @RickRayner19 mengatakan ia lebih baik mendengar pidato salah satu penyanyi rap Indonesia ketimbang pidato Anies. “Entah kenapa rasanya mending dengerin Young Lex pidato daripada pidato Anies Baswedan tadi. #SelamatBekerjaAniesSandi,” kata @RickRayner19.

    Baca juga: Penyebab Pidato Gubernur Anies Soal Pribumi Bikin Geger


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.