Eks Ketua Fraksi Demokrat Kembalikan Uang dari Nazaruddin

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR 2009-2014 M Jafar Hafsah (kiri), anggota Komisi VIII DPR Khotibul Umam (tengah), dan mantan anggota DPR M Nazaruddin bersiap memberikan keterangan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik (E-KTP) untuk tersangka Irman dan Sugiahrto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 3 April 2017. ANTARA

    Anggota DPR 2009-2014 M Jafar Hafsah (kiri), anggota Komisi VIII DPR Khotibul Umam (tengah), dan mantan anggota DPR M Nazaruddin bersiap memberikan keterangan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik (E-KTP) untuk tersangka Irman dan Sugiahrto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 3 April 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Fraksi Demokrat DPR Muhammad Jafar Hafsah mengakui telah menerima aliran uang sebesar Rp 970 juta dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Uang itu pun ia akui telah digunakan untuk membiayai kegiatannya dan membeli sebuah mobil.

    Jafar mengatakan uang tersebut ia gunakan untuk operasional Ketua Fraksi Demokrat. "Misal kunjungan di mana ada konstituen memberikan materi. Atau ada bencana kita berkunjung," kata Jafar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat pada Senin, 16 Oktober 2017.

    Baca: Eks Ketua Fraksi Demokrat Akui Terima Dana e-KTP dari Nazaruddin

    Dalam berita acara pemeriksaannya, Jafar menyebut sempat menggunakan sebagian uang tersebut untuk membeli sebuah mobil jenis Land Cruiser. Jaksa penuntut umum pun mencecarnya soal itu.

    Jafar membenarkan telah membeli mobil tersebut. Menurut dia, mobil itu dibeli dari hasil penjualan mobil Land Cruiser-nya yang lama ditambah uang yang ia miliki. "Sebenarnya saya mau beli mobil sendiri. Pada waktu itu ada, saya pakai. Harganya sekitar Rp 300 jutaan," ujarnya.

    Baca: Disebut Terima Uang e-KTP, Ganjar Pranowo Selalu Bawa Dokumen ini

    Saat menerima uang tersebut, Jafar mengaku tak mengetahui uang tersebut berasal dari proyek e-KTP. Ia mengaku baru mengetahui asal uang usai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Setelah menyadari itu, Jafar mengembalikan uang itu ke KPK. "Uang itu sudah saya kembalikan ke KPK," kata dia.

    Berdasarkan catatan KPK, ada 14 orang dan konsorsium yang telah mengembalikan uang korupsi e-KTP ke KPK. Selain Jafar, mereka antara lain mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni, Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo, dan pengacara Hotma Sitompul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.