Kunjungan ke Makasar, Menteri Khofifah Bagikan Alat Bantu Dengar

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, mengunjungi pasangan suami-istri Joni (55) dan Isa (29) beserta ketiga anaknya di Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Handayani, Bambu Apus, Jakarta, 16 Juni 2017. TEMPO/Subekti

    Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, mengunjungi pasangan suami-istri Joni (55) dan Isa (29) beserta ketiga anaknya di Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Handayani, Bambu Apus, Jakarta, 16 Juni 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa membagikan alat bantu dengar kepada kaum difabel di Mal Pippo, Makasar, Senin, 16 Oktober 2017. Kali ini, dia membagikan 425 alat bantu dengar.

    "Ini saja masih kurang karena yang tercatat di Kementerian Sosial itu jumlah difabel ada 6,9 juta yang belum mendapat bantuan alat pendengar," kata Khofifah di Makassar.

    Baca: Khofifah Tak Masalah Berhadapan dengan Gus Ipul di Pilgub Jatim

    Khofifah menuturkan difabel yang mendapat alat bantu dengar baru sekitar 9 persen. Sisanya 91 persen belum dapat. Hal tersebut disebabkan keterbatasan anggaran di Kementerian Sosial. Menurut dia, hanya 12 ribu alat bantu dengar yang bisa dibagikan kementeriannya kepada tuna rungu.

    "Kita prediksi bantuan ini bisa selesai dibagikan kepada tuna rungu dalam jangka waktu 50 tahun ke depan," ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, Khofifah juga membagikan bantuan sepeda kepada kaum disabilitas se-Sulawesi Selatan. Selama pembagian alat bantu dengar dan sepeda, Khofifah didampingi Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto.

    Baca juga: PDIP Usung Abdullah Azwar Anas, Kiai Banyuwangi Dukung Khofifah

    Sebelumnya, Kementerian Sosial juga telah memberikan 800 alat bantu dengar kepada tuna rungu di wilayah Malang Raya. Bersamaan dengan kegiatan itu, kementerian yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa itu melakukan pemeriksaan dan memberikan penyuluhan mengenai cara merawat alat bantu dengar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.