Andi Sudirman Sulaiman, Anak Muda dari Bone Calon Wagub Sulsel

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon guberur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (mengenakan batik) dan Andi Sudirman Sulaiman (berkemeja kotak-kotak) memberikan keterangan pers terkait pencalonan mereka dari PDIP. Pengumuman pasangan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDIP, 15 Oktober 2017. TEMPO/Dias Prasongko

    Pasangan calon guberur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (mengenakan batik) dan Andi Sudirman Sulaiman (berkemeja kotak-kotak) memberikan keterangan pers terkait pencalonan mereka dari PDIP. Pengumuman pasangan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDIP, 15 Oktober 2017. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Makassar - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengusung pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman dalam Pilkada Sulawesi Selatan 2018. Nurdin Abdullah merupakan bupati berprestasi di Kabupaten Bantaeng. Adapun Andi Sudirman Sulaiman merupakan adik kandung Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

    Andi Sudirman Sulaiman mengaku senang karena diajak oleh Nurdin Abdullah mendampinginya sebagai wakil pada Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2018. Ia mengatakan rela meninggalkan perusahaan tempat dia bekerja karena panggilan hati nurani untuk mengembangkan daerah Sulawesi Selatan.

    "Saya senang bisa mendampingi professor, kita ingin berkontribusi dan bekerja untuk orang banyak," ucap Andi Sudirman Sulaiman, akhir pekan lalu.

    Baca juga: Nurdin Abdullah, Cagub Sulsel Pilihan PDIP dari Butta Towa

    Menurut dia, sosok wakil gubernur itu hanya sebagai eksekutor yang menjalankan mandat dari kebijakan yang dikeluarkan oleh gubernur. Misalnya Nurdin Abdullah yang menyusun program kemudian dia yang menjalankannya.

    Ia menganalogikan dalam dunia sepak bola, NA sebagai playmaker kemudian dirinya striker. "Jadi Wagub itu lebih sebagai eksekutor. Tapi kerjaan saya waktu di salah satu perusahaan juga sebagai eksekutor yakni project manager."

    Andi Sudirman mengatakan jika Professor Nurdin Abdullah memang memiliki sepak terjang yang baik selama memimpin Kabupaten Bantaeng dua periode. Hal itu yang memberikan perbedaan dengan kabupaten lain. Ia mencontohkan Kabupaten Bantaeng yang sudah maju dengan memiliki teknologi-teknologi Jepang dan rumah sakit 24 jam yang bisa dipanggil.
    Kemudian bangunan di daerah tersebut juga terbilang maju hingga ke pelosok-pelosok. "Saya berharap seluruh daerah di Sulsel ini minimal seperti Bantaeng," tutur Sudirman.

    "Jangan sampai gegara salah pencoblosan, kita dikenakan sanksi selama lima tahun. Dan ingat professor juga bukan tipikal penguasa, istrinya saja diminta maju di Pilkada Bantaeng tapi tak mau."

    Ditanya kapan dirinya ditawari mendampingi NA di Pilgub, ia mengaku tak tahu persis waktunya. "Saya lupa karena saya bukan orang politik, saya bertemu waktu acara pernikahan anaknya. Saya orangnya profesional jadi bicara profesional saja dan bekerja."

    Setelah resmi diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pasangan Calon Gubernur Sulsel ini dijadwalkan mendeklarasikan diri di Lapangan Karebosi Makassar pada 22 Oktober 2017 mendatang.

    Diketahui Andi Sudirman Sulaiman, ST lahir di Kabupaten Bone, 25 September 1983. Dia merupakan anak kesebelas dari dua orang bersaudara. Pada tahun 1989, Sudirman memasuki Sekolah Dasar (SD) Inpres 1073 Mappesangka, Kabupaten Bone. Kemudian tahun 1995- 1998 melanjutkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Ujung Lamuru Lappariaja, Bone. Lalu meneruskan pendidikannya di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Watampone Kabupaten Bone, 1998-2001.

    Setelah tamat di SMA, Andi Sudirman Sulaiman menuntut ilmu di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Dan dia berhasil mendapat gelar S1 di Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin pada 2005.

    Riwayat Organisasi

    1994 - Ketua Bina Damping Putra Pramuka SLTP Negeri 1 Lappariaja, Bone – Sulawesi Selatan
    2000 - Ketua Terpilih Dewan Ambalan Putra Pramuka SMA Negeri 1 Watampone, Bone – Sulawesi Selatan
    2000 - Ketua Terpilih OSIS SMA Negeri 1 Watampone, Bone – Sulawesi Selatan
    2000 - Ketua Terpilih MPK SMA Negeri 1 Watampone, Bone – Sulawesi Selatan
    2000 – Pendiri Organisasi Rohani Islam (ROHIS) SMA Negeri 1 Watampone, Bone – Sulawesi Selatan
    2000 – Pendiri Organisasi Siswa Pecinta Alam (Respon - Sispala) Watampone, Bone
    2002 – Pendiri Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa (FPM) Mappatunru, Bone – Sulawesi Selatan

    Prestasi/ Training/ Sertifikat

    2005 – Nominasi Dikti RI 2005 Lomba PKMT “Perancang Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut”
    2005 – Lulusan Tercepat Teknik Mesin Angkatan 2001
    2009 – Employee of The Year (Karyawan Terbaik) - PT Marine Engineering Services (Perusahaan Inggris
    2002 – HMM UNHAS AutoCAD 2000 Program 2D & 3D
    2004 – Thiess Indonesia Undergraduate Scholarship Program (Beasiswa Perusahaan Australia)
    2005 - Thiess Indonesia Management System (Graduate Development Program)
    2006 – Thiess & ConocoPhillips Leadership I & II
    2006 - Thiess & ConocoPhillips Safety and Environment
    2007 – EDP Media Resources Management - Primavera 6 Course
    2007 - Thiess Indonesia Business English Course
    2008 – Petrosea PRISM Training I (Costing & Scheduling)
    2009 – Marine Engineering Services Business English Course I
    2009 – Petrosea Integrated Project Management Training
    2010 – Marine Engineering Services Business English Course II
    2012 - LPJK Sertifikat Ahli Utama
    ISO 9001:2008, OHSAS 18001: 2007, and ISO14001:2004

    Pengalaman Kerja, 2013 - 2017

    Employer: PT Offshore Services Indonesia/ MES (British)
    Position held: Project Manager
    Project Involved: $40MM Contact Value - PHE ONWJ STC-0942 2nd Campaign (2017)
    Technical Services for Subsea Inspection, Maintenance & Repair (IMR) Campaign 2016 – 2018 (STC 0942)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.