Perkara Saracen, PN Cianjur Mulai Sidang Sri Rahayu Ningsih

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Rahayu Ningsih, Jasriadi dan Faizal Muhammad Tonong, menunjukan situs Saracanews.com di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, 25 Agustus 2017. Dalam wawancara dengan Tempo menjelaskan teknik phising yang dipakainya untuk mengambil alih akun Facebook orang lain, Jasriadi juga menjelaskan bahwa ia mempelajarinya secara otodidak. TEMPO/Ijar Karim

    Sri Rahayu Ningsih, Jasriadi dan Faizal Muhammad Tonong, menunjukan situs Saracanews.com di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, 25 Agustus 2017. Dalam wawancara dengan Tempo menjelaskan teknik phising yang dipakainya untuk mengambil alih akun Facebook orang lain, Jasriadi juga menjelaskan bahwa ia mempelajarinya secara otodidak. TEMPO/Ijar Karim

    TEMPO.CO, Cianjur - Pengadilan Negeri Cianjur menyidangkan terdakwa penyebar ujaran kebencian melalui media sosial, anggota Kelompok Saracen, Sri Rahayu Ningsih, Senin, 16 Oktober 2017. Sri Rahayu didakwa menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik, serta menulis dan menyebarkan konten yang melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras atau Etnis. Pada dakwaan ketiga, Sri Rahayu didakwa menyebarkan permusuhan, kebencian, atau penghinaan melalui tulisan.

    "Pasal yang kami terapkan itu sudah tepat langsung pada perkaranya," kata pelaksana harian Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur, M Idris F Sihite. Menurutnya, dakwaan telah disusun berdasarkan fakta yang dirumuskan dari berkas perkara‎.

    Baca: Bos Saracen Mengaku Pendukung Prabowo ...

    Kelompok Saracen disangka membuat sejumlah akun media sosial dan media online. Akun-akun itu antara lain Saracen News, Saracen Cyber Team, dan Saracennews.com. Kelompok ini diduga menawarkan jasa untuk menyebarkan ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di media sosial untuk pemesan tertentu. Kepada Tempo, pentolan kelompok ini, Jasriadi, mengaku pendukung Prabowo.

    Selama dakwaan dibacakan selama sekitar satu jam, Sri terlihat mendengarkannya dengan saksama. Di persidangan, Sri Rahayu, yang didakwa merupakan bagian dari kelompok pembuat dan penyebar ujaran kebencian Saracen, membenarkan dakwaan jaksa. “Kami tidak mengajukan eksepsi,” kata penasihat hukum Sri Rahayu dari Lembaga Bantuan Hukum Perempuan dan Anak Cianjur, Nadia Wikerahmawati‎.

    Baca juga: Siapa Saja Pemesan Konten Hoax ke Saracen?

    Nadia mengatakan, semula, dia akan menangkis dakwaan (eksepsi). Namun, karena kliennya membenarkan dakwaan, dia tidak melakukan eksepsi.

    Begitu selesai sidang yang dijaga polisi bersenjata laras panjang itu, Sri Rahayu langsung dibawa ke mobil tahanan. Dia tidak banyak berkomentar. “Saya serahkan kepada penasihat hukum,” ujarnya. Nadia berjanji berusaha membuktikan kliennya bukan anggota Saracen dan tidak bersalah. Sidang akan dilanjutkan pada 23 Oktober 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.