Wiranto: Jangan Sampai Politik Dimanfaatkan Kelompok Radikal

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, 12 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, 12 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto mengatakan suhu politik menjelang pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden akan meningkat. Hal ini, kata dia, bisa dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal.

    "Hati-hati, jangan sampai dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang radikal," ujar Wiranto di Hotel Le Meridien, Jakarta, 16 Oktober 2017.

    Baca: Menjelang Tahun Politik, Jokowi Akan Kumpulkan Kepala Daerah

    Wiranto menjelaskan, seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang pilkada dan pilpres, peningkatan suhu politik tak bisa dihindari. Sebab, kata dia, ada kontestasi dari para calon yang melakukan agenda-agenda politiknya untuk mencapai kemenangan. "Kemudian melakukan langkah-langkah yang diupayakan agar mereka lebih populis dari yang lain, agar mereka dipilih oleh rakyat," ucapnya.

    Menurut Wiranto, langkah-langkah para calon politik ini terkadang tak bisa dikontrol dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal untuk membangun kebencian, kecurigaan, serta konflik satu dengan lainnya. "Ini mereka biasanya kan masuk di situ," katanya.

    Untuk itu, kata dia, saat pemilu kondisi damai dan tenang harus dijaga. Dengan suasana kondusif, rakyat dapat leluasa memilih pemimpinnya tanpa dipengaruhi kelompok-kelompok yang justru membangun kekacauan. "Itu harapan kita," tuturnya.

    Baca juga: Ketua PBNU Said Aqil: Isu PKI Berhubungan dengan Tahun Politik

    Wiranto mengimbau kepada para calon yang mengikuti kontestasi politik untuk berhati-hati agar tidak diboncengi oleh kelompok-kelompok yang ingin membangun kekacauan. "Pilkada dan pilpres adalah suatu proses demokrasi yang mulia karena kita memilih pemimpin-pemimpin ke depan, pemimpin lokal maupun pemimpin nasional," ujarnya.

    Wiranto mengatakan pemerintah akan memantau dan mengawal peningkatan suhu politik menjelang pemilu agar tidak keluar dari batas kewajaran. "Sehingga tidak menimbulkan keresahan, kekacauan, dan konflik di masyarakat. Itu yang terpenting," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.