PSI Kembali Serahkan Dokumen Persyaratan Peserta Pemilu 2019

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni menyerahkan berkas pendaftaran calon peserta pemilu di kantor KPU, Jakarta, 15 Oktober 2017. Tempo / Arkhelaus W.

    Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni menyerahkan berkas pendaftaran calon peserta pemilu di kantor KPU, Jakarta, 15 Oktober 2017. Tempo / Arkhelaus W.

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menyerahkan sejumlah dokumen persyaratan untuk menjadi peserta Pemilihan Umum 2019. Sekitar 48 boks berwarna merah diserahkan kepada KPU untuk tahapan verifikasi administrasi partai politik.

    Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni mengatakan penyerahan berkas ini dilakukan setelah pihaknya menarik berkas verifikasi pada 9 Oktober lalu. "Saya klarifikasi sebenarnya kemarin bukan kekurangan, justru kami yang menarik berkas," ujar dia di kantor KPU, Jakarta Pusat, Ahad 15 Oktober 2017.

    Baca: Begini Cara PSI Meningkatkan Elektabilitas di Pemilu 2019

    Ia menjelaskan pada pendaftaran sebelumnya, PSI masih bisa mengakses Sistem Informasi Partai Politik (sipol). Namun, Raja mendapatkan informasi bahwa tidak akan bisa lagi mengakses sipol jika berkas dianggap lengkap. "Kita ambil keputusan daripada tidak bisa mengakses sipol makanya kita tarik," ujarnya.

    Menurut Raja, penarikan berkas sebelumnya agar PSI masih bisa mengakses sipol. "Tapi tentu alasan KPU ada kekurangan yang harus dilengkapi," ujarnya. Saat itu, menurut dia, PSI masih membutuhkan akses sipol.

    Baca: PSI Minta KPU Verifikasi Seluruh Partai Peserta Pemilu

    Raja pun menegaskan PSI telah melengkapi syarat verifikasi administrasi yang ditargetkan KPU. Beberapa di antaranya kepengurusan di 34 provinsi dan kepengurusan di 75 persen kabupaten dan kota. "Di kecamatan ada sekitar 65 persen," ujarnya.

    Setelah mendaftar, Raja mengapresiasi penerapan sistem informasi partai politik ini. Menurut dia, sipol bermanfaat untuk menyusun basis data keanggotaan partai. Namun, penerapan ini bukan tanpa masalah karena ada ketidakvalidan data antara KPU dan sipol. "Misalnya kami sudah nge-print beberapa F2, tetapi data yang ada di KPU itu berubah," ujarnya.

    Sehari menjelang pendaftaran peserta pemilu 2019 ditutup, KPU telah menerima berkas pendaftaran dari 14 partai. Besok akan menjadi hari terakhir pendaftaran sehingga KPU mengingatkan para calon peserta untuk mendaftar. Di hari terakhir, KPU akan membuka pendaftaran hingga pukul 00.00 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.