KA Terlambat karena Truk Mogok di Rel, Penumpang Dapat Refund

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang Kereta Api Tawang Jaya tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, 29 Juni 2017.TEMPO/DWI FEBRINA FAJRIN

    Penumpang Kereta Api Tawang Jaya tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, 29 Juni 2017.TEMPO/DWI FEBRINA FAJRIN

    TEMPO.CO, Jakarta - Perjalanan kereta api dari Jakarta ke daerah Jawa mengalami keterlambatan akibat truk pengangkut crane yang mogok di lintasan rel antara Stasiun Pringkasap dan Stasiun Pasirbungur, daerah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Ahad dinihari, 16 Oktober 2017. Salah satu penumpang kereta api Taksaka jurusan Yogyakarta-Jakarta, Widiarsi Agustina, terpaksa turun di Stasiun Ciasum dan melanjutkan perjalanan menggunakan jasa mobil rental.

    "Beruntung, saya mendapatkan kontak rental mobil jadi bisa keluar dari daerah itu," ujarnya saat dihubungi, Ahad, 16 Oktober 2017.

    Baca: Truk Pengangkut Crane Mogok di Rel, Perjalanan KA Terganggu

    Widiarsi menuturkan, berdasarkan jadwal, seharusnya dia tiba di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pukul 04.00. Namun kereta berhenti di Stasiun Ciasum, dua stasiun setelah Stasiun Pegaden Baru, Kecamatan Pegaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, sekitar pukul 02.00.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk pengangkut crane bernomor polisi B-9596-UIV yang disopiri Saut Manalu itu mogok di antara Stasiun Pringkasap dan Stasiun Pasirbungur, sekitar Kabupaten Subang, sekitar pukul 01.25.

    Manajer Humas PT Kereta Api Daerah Operasi 3 Cirebon Krisbiyantoro menuturkan proses evakuasi tidak bisa dilakukan dengan cepat. Sebab, crane tidak bisa diturunkan dari truk akibat baterainya juga habis. Pihak Daop 3 Cirebon, kata dia, sudah berupaya menghubungi perusahaan crane dan memindahkan truk dari tengah rel.

    Akibatnya, ia melanjutkan, puluhan perjalanan kereta api mengalami keterlambatan. "Baik perjalanan kereta api dari Jakarta ke daerah Jawa ataupun sebaliknya," tuturnya saat dihubungi pada Ahad pagi. Keterlambatan bahkan mencapai lebih dari 160 menit atau dua jam lebih.

    PT KAI, kata Krisbiyantoro, menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang kereta api karena perjalanan kereta terganggu. "Walaupun ini karena pihak eksternal, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya," ucapnya.

    Selain meminta maaf, PT KAI memberikan refund 100 persen kepada penumpang karena keterlambatan kereta lebih dari lima jam. "Refund 100 persen bisa diambil hari ini, 24 jam, di Stasiun Gambir," kata Widiarsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.