Selain Pilgub Jatim, Ini yang Dibicarakan Megawati dan Said Aqil

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDIP Hasto Kristyanto (kanan) bersama Ketua PBNU Said Aqil Siradj memberikan keterangan pers terkait pertemuan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat 14 Oktober 2017. Tempo/Putri

    Sekjen PDIP Hasto Kristyanto (kanan) bersama Ketua PBNU Said Aqil Siradj memberikan keterangan pers terkait pertemuan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat 14 Oktober 2017. Tempo/Putri

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama Said Aqil Siradj mengunjungi kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat hari ini, Sabtu, 14 Oktober 2017. Ia menjadi tamu keenam Megawati menjelang pengumuman calon yang akan diusung PDIP dalam pemilihan gubernur Jawa Timur (pilgub Jatim) 2018.

    Said mengatakan dirinya sudah lama tak bertemu dengan Megawati. Menurut dia, pertemuan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara keduanya.

    Baca: Usai Temui Megawati, Ini Komentar Said Aqil Soal Pilgub Jatim

    Dalam pertemuan itu, kata Said, ia dan Megawati bertukar pikiran soal rencana PDIP membangun masjid di depan kantor Dewan Pengurus Pusat PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

    "Saya diminta pendapat tentang gambar ini, saya setuju sekali," kata Said sambil menunjukkan gambar rancangan bangunan masjid yang dimaksud. Said bahkan mengusulkan nama untuk masjid bercorak bangunan Sumatera itu.

    "(Kata Bu Mega) memang ini nanti pahalanya untuk almarhum Pak Taufik Kiemas. Saya usulkan kalau begitu namanya Masjid Taufik Al-Khoir. "Taufik yang baik", atau dibalik "Kebaikan Pak Taufik"," ujar Said.

    Menurut Said, pembangunan masjid itu akan mampu menepis anggapan bahwa PDIP kurang peduli terhadap umat Islam.

    Baca juga: Bupati Banyuwangi Azwar Anas Jadi Tamu Kelima Megawati

    Said mengatakan, secara historis NU dan PDIP memiliki kedekatan dan visi yang sama. "Ulama dan nasionalis sejak dulu selalu bergandengan tangan, selalu merapatkan barisan," katanya.

    Pembicaraan soal kedekatan NU dan PDIP itu, kata Said, juga merupakan bagian upaya mereka memetakan kondisi nasional. Kiai NU ini melanjutkan, jika ada yang mengadu keduanya, sama saja dengan mengingkari sejarah.

    "Jangan ada yang berusaha menjadikan berhadapan antara ulama Kiai Islam dan nasionalis. Tidak benar itu," ucapnya.

    Hari ini, Megawati tak hanya bertemu dengan Said Aqil. Sebelum menerima kunjungan Said Aqil, Mega menemui sejumlah tamu termasuk kepala-kepala daerah di kediamannya. Hal ini terkait dengan rencana PDIP yang akan mendeklarasikan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur di kantor DPP PDIP besok.

    Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjadi tamu pertama Megawati. Setelah itu, menyusul Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak, Bupati Ngawi Budi Kanang Soelistyono, Ketua Dewan Pengurus Daerah PDIP Jawa Timur Kusnadi, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas secara bergantian. Megawati juga berkomunikasi via telekonferensi dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang tengah berada di Tokyo, Jepang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.