Jokowi: Transaksi E-Money di Tol untuk Memperlancar Antrean

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi e-money. shutterstock.com

    Ilustrasi e-money. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan penggunaan uang elektronik (e-money) dalam transaksi tol dilakukan untuk memperlancar antrean. Upaya ini juga untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jalan tol.

    "Kami kan akan memperbaiki pelayanan. Yang kedua, ingin memperlancar jalan di pintu tol, biar cepet," kata Jokowi dalam rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Sabtu, 14 Oktober 2017.

    Baca: Oktober, Bank Mandiri Siapkan 3 Juta E-Money

    Jokowi mengatakan hal tersebut setelah meresmikan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) seksi II-VI ruas Parbarakan-Sei Rampah, Jumat, 13 Oktober 2017. Presiden menanggapi pertanyaan jurnalis tentang adanya penolakan penggunaan uang elektronik dalam transaksi pembayaran tol.

    Negara-negara lain, kata Jokowi, sudah mengurangi transaksi tunai. "Negara lain sudah pakai, masak, kita mau ngasih cash?" Selain itu, penggunaan uang elektronik, menurut Jokowi, membuat akurasi pembayaran semakin jelas, lebih baik, dan lebih aman.

    Baca juga: Responden Empat Survei Memuji Program ...

    Terkait dengan anggapan sosialisasi penggunaan e-money yang dianggap kurang, Jokowi mengatakan penerapan sebuah kebijakan memang memerlukan waktu untuk pembelajaran. "Memang apa pun perlu waktu untuk pembelajaran, tapi arahnya jelas," ujarnya.

     Baca juga: Pemilu 2019: Nasib Jokowi  vs Penantang Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.