2 Alasan Teten Masduki Sebut Pembentukan Densus Antikorupsi Tepat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Teten Masduki memberikan keterangan soal protes nelayan terhadap kebijakan penggunaan cantrang Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. ISTMAN MP

    Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Teten Masduki memberikan keterangan soal protes nelayan terhadap kebijakan penggunaan cantrang Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. ISTMAN MP

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengapresiasi rencana Polri untuk membentuk Datasemen Khusus Antikorupsi atau Densus Antikorupsi. Menurut Teten, pembentukan Densus tersebut malah tepat untuk berbagai alasan.

    "Tidak keliru. Jangan dianggap ini langkah untuk melemahkan," ujar Teten saat dicegat Tempo, Jumat, 13 Oktober 2017.

    Baca juga: Soal Densus Antikorupsi, DPR Akan Panggil KPK dan Polri

    Detail soal pembentukan Densus Antikorupsi Polri terungkap pada Rapat Kerja di Komisi III, Kamis kemarin. Dalam kesempatan itu, Tito menyampaikan bahwa Kepolisian tengah menyusun dan mengkaji pembentukan datasemen khusus yang menangani tindak pidana korupsi.

    Beberapa hal sudah mulai dipersiapkan dan dikaji Kepolisian untuk hal itu. Beberapa di antaranya adalah SOP, biaya, unit-unit yang berada di dalamya, pembagian tugas, serta sumber daya manusia yang dibutuhkan. Idealnya, kata Tito, dibutuhkan anggaran Rp2,6 triliun untuk mewujudkan semua yang dipersiapkan dan dikaji.

    Teten berkata, salah satu alasan kenapa rencana Polri membentuk Densus Antikorupsi tak keliru adalah hal itu masuk dalam reformasi kelembagaan Polri. Sejauh yang ia tahu, Polri memang menginginkan reformasi kelembagaan untuk mendukung pemberantasan korupsi.

    Alasan lain, karena fungsi KPK sebagai mekanisme pemicu perbaikan di tubuh Polri soal korupsi. Dengan adanya rencana Polri membentuk Densus Antikorupsi, kata Teten, hal itu pas dengan tujuan dibentuknya KPK dulu.

    "Kalau lihat Hong Kong, Kepolisian dan KPK mereka itu dua mata tombak. Enggak cukup jika hanya KPK sendiri," ujarnya.

    Ditanyai apakah usulan bentuk Densus Antikorupsi dengan 3.000 sumber daya manusia dan mengikutkan jaksa, mengkhawatirkan pemerintah, Teten menjawab diplomatis. Menurutnya, hal itu baru usulan.

    "Itu kan baru konsep. Harus ada Perpres dulu juga, minta masukan Menkeu untuk anggarannya. Disambut positif dulu," ujar Teten mengakhiri komentar soal Densus Antikorupsi.

    ISTMAN MP

    Baca juga: Pak Presiden, Ternyata Inilah Pemicu Heboh Senjata Brimob


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.