Jumat, 21 September 2018

Yorrys Pertanyakan Dasar Pencopotan Dirinya dari Pengurus Golkar

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai saat menghadiri pertemuan antara partai politik pendukung Ahok-Djarot, di Hotel Novotel, Jalan Gadjah, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Maret 2017. Tempo/Egi Adyatama

    Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai saat menghadiri pertemuan antara partai politik pendukung Ahok-Djarot, di Hotel Novotel, Jalan Gadjah, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Maret 2017. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mencopot Yorrys Reweyai dari kursi Ketua Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dalam revitalisasi struktural partai dua hari lalu. Posisi Yorrys digantikan Letnan Jenderal (purnawirawan) Eko Wiratmoko.

    Yorrys pun memprotes pencopotan itu karena dia merasa belum menerima surat pemberitahuan pergantian dan pemanggilan. "Saya akan coba melihat aturan-aturan dan saya akan bertanya ini sudah sesuai tidak?" katanya saat ditemui di Senayan, Jakarta, Jumat, 13 Oktober 2017.

    Baca: Gantikan Yorrys di Golkar, Ini Langkah Pertama Eko Wiratmoko

    Menurut Yorrys, bila DPP Partai Golkar mau mengganti posisinya, seharusnya ada mekanisme rapat harian terbatas untuk memanggil dia terlebih dahulu. Setelah itu, baru dilakukan rapat pleno. "Sampai sekarang saya belum pernah dipanggil," tuturnya.

    Yorrys sepakat bahwa Golkar perlu revitalisasi. Namun dia menilai perombakan struktural yang dilakukan Setya ini tidak sesuai dengan mekanisme. Sebab, menurut dia, pergantian pengurus Partai Golkar hanya dilakukan bila memenuhi salah satu dari tiga kriteria yang ditetapkan.

    Ketiga kriteria tersebut adalah telah pindah partai, sudah ada keputusan tetap yang bersangkutan melanggar hukum, dan selama menjadi pengurus, tidak pernah aktif. "Saya masuk kriteria mana?" ucap Yorrys.

    Simak: Pencopotan Yorrys Raweyai, Nusron Wahid: Saya Akan Protes

    Selain itu, bila ada pergantian pengurus di tingkat DPP, kata Yorrys, dengan merujuk anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai, harus berkonsultasi dan dapat persetujuan dari dewan pembina. Karena itu, Yorrys mempertanyakan kesungguhan revitalisasi yang dilakukan Setya. Sebab, Setya justru menambah jumlah pengurus dari 217 menjadi 310 orang.

    Hal lain yang dikritik adalah masih tercantumnya nama Fahd El Fouz sebagai Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga. Padahal Fahd telah inkracht ditetapkan bersalah dalam korupsi pengadaan kitab suci Al-Quran. "Fahd sudah inkracht, (sedangkan) dasar penetapan (pencopotan) saya apa?" ucapnya.

    Lihat: Setya Novanto Pecat Yorrys, Doli Kurnia: Golkar Lagi Sakit

    Yorrys selama ini memang dikenal vokal mendesak Setya dinonaktifkan sebagai Ketua Umum Golkar. Ia beralasan elektabilitas Golkar tergerus akibat Setya yang sempat menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP.

    Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPP Partai Golkar Freddy Latumahina menyampaikan ada sejumlah pertimbangan yang menjadi alasan revitalisasi kepengurusan.

    Aspek itu antara lain pindah partai, tidak aktif selama tiga bulan berturut-turut, direposisi, serta seseorang yang pernah mendapat teguran tapi tetap mengulangi perbuatannya berturut-turut. Ia meminta awak media menilai sendiri poin mana yang digunakan Setya untuk mencopot Yorrys Raweyai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.