Kamis, 21 Juni 2018

Menteri Ryamizard dan Menhan Vietnam Bahas Kerja Sama Pertahanan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menerima rombongan Kementerian Pertahanan Vietnam di Kemenhan, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menerima rombongan Kementerian Pertahanan Vietnam di Kemenhan, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Republik Sosialis Vietnam Ngo Xuan Lich di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, hari ini. Kunjungan ini dalam rangka kerja sama pertahanan antar dua negara.

    "Vietnam adalah mitra strategis Indonesia," kata Ryamizard dalam sambutannya di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat, 13 Oktober, 2017.

    Baca: Ryamizard Tak Masalah BPK Buka Audit Pembelian Helikopter AW 101

    Kedatangan Menteri Pertahanan Vietnam ke Indonesia ini merupakan kunjungan balasan. Sebelumnya, pada Agustus 2016, Menteri Ryamizard berkunjung ke Vietnam.

    Kunjungan Menteri Ngo Xuan Lich disambut dengan upacara militer. Setelah itu barulah pertemuan bilateral membahas upaya peningkatan kerja sama pertahanan dilangsungkan.

    Ryamizard mengatakan kerja sama antara Indonesia dan Vietnam dalam hal pertahanan sudah terjalin dan akan terus ditingkatkan. "Indonesia dan Vietnam memiliki peranan penting bagi keamanan kawasan," ujarnya.

    Dalam pertemuan itu dibahas beberapa hal. Di antaranya, kegiatan forum dialog strategis pertahanan dan angkatan bersenjata. Selain itu, Ryamizard melanjutkan, ada pula pembahasan mengenai kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan, operasi menjaga kedamaian, serta industri pertahanan.

    Baca juga: Ryamizard: Semua Senjata Izinnya dari Menteri Pertahanan

    Indonesia dan Vietnam juga akan melanjutkan Joint Working Group di bidang angkatan bersenjata. Melalui forum pada tahun depan, kedua negara ini akan merencanakan kerja sama pertahanan yang dapat direalisasikan pada masa mendatang.

    Isu keamanan kawasan juga dibahas dalam pertemuan itu. Menurut Ryamizard, ancaman nyata itu adalah terorisme dan radikalisme. "Serta separatisme, bencana alam, wabah penyakit, narkoba, dan cyber," ucapnya.

    Ryamizard Ryacudu mengatakan tidak ada satu negara pun yang dapat menganalisis ancaman nyata tersebut secara mandiri. Karena itu, ia melanjutkan, perlu kerja sama antarnegara di kawasan. "Kami berharap forum ini dapat memberikan manfaat besar bagi hubungan kedua negara, serta memberikan kontribusi bagi keamanan nasional dan global," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet Penanggung Beban Paling Besar di Piala Dunia 2018

    Lembaga CIES Football Observatory membandingkan angka transfer pemain bola top dengan nilai tim negaranya di Piala Dunia 2018. Ini temuan mereka.