Rabu, 20 Juni 2018

Jokowi Tinjau Sawit di Muba, Pengusaha: Butuh Banyak Replanting

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani menata buah kelapa sawit hasil panen di perkebunan Mesuji Raya, OKI, Sumatera Selatan, Minggu (4/12). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

    Petani menata buah kelapa sawit hasil panen di perkebunan Mesuji Raya, OKI, Sumatera Selatan, Minggu (4/12). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Palembang--Presiden Joko Widodo melihat langsung pilot project peremajaan kelapa sawit rakyat di Desa Panca Tunggal, C5, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Jumat, 13 Oktober 2017. Replanting baru bisa dilakukan untuk 4.446 hektare atas swadaya petani dan bantuan pendanaan dari pemerintah sebesar Rp 25 juta setiap hektare.

    Ketua Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Sumatera Selatan Sumarjono Saragih menjelaskan sejatinya di Musi Banyuasin masih banyak kelapa sawit rakyat yang butuh peremajaan. "Hitungan kami, Sumsel masih perlu replanting hingga 56 ribu hektare," katanya.

    Baca: Jokowi Bakal Meninjau Peremajaan Kebun Sawit di Musi Banyuasin

    Menurutnya peran sawit rakyat yang mengusai 43 persen dari total sawit 11.9 juta sangat penting. Status sebagai produsen terbesar kelapa sawit dipertaruhkan di sawit rakyat karena perusahan tidak bisa ekspansi lagi. Saat ini kata Sumarjono total sawit Sumatera Selatan seluas 1,1 juta hektare. Sedangkan yang mendesak diremajakan hingga 2021  mencapai 56 ribu hektare.

    Selain Musi Banyuasin, kata dia, replanting juga mendesak dilakukan di Musi Rawa, Muara Enim dan Lahat. Namun, upaya tersebut masih terkendala status dan legalitas kepemilikan lahan. "Karena menggunakan dana bank, jadi harus legal," katanya.

    Simak: Bertemu Pengusaha Sawit, Jokowi: Tanam Kopi, Jangan Sawit Terus

    PT Cargill Tropical Palm sebagai salah satu perusahaan sawit di Musi Banyuasin mengatakan replanting merupakan salah satu upaya mereka menjaga stabilisasi produksi. Beberapa waktu yang lalu, Colin Lee, director of coorporate affairs Cargill menjelaskan pihaknya akan fokus terlebih dahulu megurus lahan tertanam seluas 80 ribu hektare di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat maupun daerah lainnya.

    Meski demikian tidak tertutup kemungkinan tahun berikutnya perusahaan ini akan menambah asetnya untuk meningkatkan hasil produksi tandan buah segar (TBS) dan juga minyak sawit mentah Crude Palm Oil. Colin menjelaskan beberapa rencana utama perseroan tersebut.

    Lihat: Petani Kelapa Sawit UD Lestari Terima Sertifikasi RSPO

    Cargill memprioritaskan menjaga intensifikasi dan produktivitas bisnis secara keseluruhan. Pihaknya juga telah  telah mengambil langkah-langkah untuk menyempurnakan prosedur operasi untuk membantu sumber daya dan tenaga kerja menjadi lebih efisien. Selain itu

    Menurut Collin, perseroan juga memprioritaskan keselamatan dan kesejateraan karyawan. "Kami membuka kesempatan untuk menambah (lahan) tetapi tidak saat ini," ujarnya.

    PARLIZA HENDRAWAN

     Baca juga: Pak Presiden, Ternyata Ini Penyebab Gesekan TNI-Polisi Soal Senjata


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    5 Tips Langsing Sesudah Lebaran

    Hilangkan tumpukan lemak akibat pesta makan lebaran dengan lima tips yang sangat mudah ini.