Alasan Gerindra Tak Ajak PKS dalam Poros Baru Pilgub Jabar 2018

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Rohingya 169 di Monumen Patung Kuda, Jakarta, 16 September 2017. Aksi dari Crisis Center for Rohingya PKS bersama ormas-ormas Islam tersebut menyuarakan dihentikannya kekerasan dan dikembalikannya hak kewarganegaraan etnis Rohingya. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Rohingya 169 di Monumen Patung Kuda, Jakarta, 16 September 2017. Aksi dari Crisis Center for Rohingya PKS bersama ormas-ormas Islam tersebut menyuarakan dihentikannya kekerasan dan dikembalikannya hak kewarganegaraan etnis Rohingya. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO , Bandung - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi mengungkapkan alasan tidak memasukkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam koalisi Poros Baru untuk Pilgub Jawa Barat 2018. Menurut Mulyadi, langkah PKS mengunci satu nama calon yang tidak bisa digantikan menjadi penyebabnya.

    "PKS telah mengunci satu nama. Itu tidak cocok dengan medan Jawa Barat yang sedemikian rupa," kata Mulyadi kepada Tempo, Kamis, 12 Oktober 2017.

    Baca juga: 4 Partai Bikin Poros Baru di Pilkada Jawa Barat 2018

    Hubungan Gerindra dengan PKS pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat tampak tak seindah saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2016. Setelah gonjang-ganjing soal pencalonan Dedy Mizwar-Ahmad Syaikhu, keretakan kedua partai tersebut kini tampak semakin jelas setelah Gerindra membentuk Poros Baru.

    Gerindra telah membangun poros baru dengan tiga partai lainnya, tanpa memasukan PKS. Koalisi tersebut bernama Poros Baru Mendengar. Partai yang tergabung adalah Gerindra, PAN, PPP, dan Partai Demokrat.

    Poros tersebut, kata Mulyadi, baru akan menentukan calon setelah melalui mekanisme yang telah direncanakan. Seperti uji publik dan kajian mendalam dari masing-masing partai. "Kita akan buat tim teknis," katanya.

    Adapun, kandidat cagub dan cawagub Jabar yang muncul dari poros tersebut yakni: Dede Yusuf, Iwan Sulandjana dan Herman Khaeron dari Demokrat; Desy Ratnasari dari PAN; Uu Ruzhanul Ulum dan Asep Mausul dari PPP; Mulyadi dan Burhanuddin Abdullah dari Gerindra.

    Tak hanya PKS yang hilang dalam radar Gerindra, Deddy Mizwar yang sempat diwacanakan akan disusung Gerindra pun tak muncul dalam rekomendasi nama-nama dari poros tersebut. Alasannya, Mulyadi mengatakan, Gerindra tetap kukuh untuk mencalonlan kadernya pada Pilgub Jabar 2018. "Sementara nama Pak Demiz tidak dimunculkan, karena Pak Prabowo minta kader," ujar dia.

    Mulyadi pun menyebutkan, poros tersebut sudah diketahui oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Prabowo, kata Mulyadi, juga menginstruksikan untuk berkomunikasi dengan partai lain termasuk dengan partai non parlemen untuk Pilgub Jawa Barat 2018.

    IQBAL T. LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.