NU Minta Nahdliyin Tak Terpecah Belah Akibat Pilgub Jawa Timur

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tanfidiyah PWNU Jawa Timur KH Hasan Mutawakil Alallah (duduk paling kiri) menggelar konferensi pers usai rapat menyikapi perlakuan Basuki Tjahaja Purnama dan penasihat hukumnya pada KH Ma'ruf Amin, di Kantor PWNU Jawa Timur, Jumat, 3 Februari 2017. TEMPO/Kukuh

    Ketua Tanfidiyah PWNU Jawa Timur KH Hasan Mutawakil Alallah (duduk paling kiri) menggelar konferensi pers usai rapat menyikapi perlakuan Basuki Tjahaja Purnama dan penasihat hukumnya pada KH Ma'ruf Amin, di Kantor PWNU Jawa Timur, Jumat, 3 Februari 2017. TEMPO/Kukuh

    TEMPO.CO, Probolinggo -  Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur KH Hasan Mutawakill Alallah tidak mempermasalahkan dua kader Nahdliyin, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa, maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun depan. Menurut Hasan setiap warga negara  mempunyai hak politik, termasuk mencalonkan diri sebagai gubernur.

    "Satu sisi saya bersyukur karena kedua-duanya adalah kader NU, berarti hijau-hijau. Tetapi di sisi lain, harapan saya, pemilih Khofifah atau Gus Ipul tidak sampai merobek ukhuwah nahdliyah, ukhuwah ma'hadiyah apalagi ukhuwah wathaniyah," kata pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo itu, Kamis, 12 Oktober 2017.

    Baca: Koalisi PDIP-PKB Usung Saifullah Yusuf untuk Pilkada Jawa Timur

    Hasan menuturkan, bila tiga ukhuwah itu sampai robek akibat kontestasi politik, maka untuk merajutnya kembali tidak mudah. Karena itu Hasan minta kepada pihak lain agar tidak melakukan upaya-upaya  memecah-belah warga NU, khususnya di Jawa Timur.

    "Hanya untuk kepentingan kontestasi politik namun akibatnya cukup fatal buat kepentingan NKRI dan kepentingan kesejahteraan umat dan bangsa," ujarnya .

    Untuk mencegah potensi perpecahan akibat pilkada, Hasan  mengatakan sudah menekankan kepada warga NU  agar dalam berpolitik  memakai pikiran dan otak. "Jangan memakai hati supaya tidak sakit hati, itu saja bahasa kampungannya," tutur Hasan.

    Simak: Partai NasDem Usung Khofifah dalam Pilkada Jawa Timur

    Hasan berujar secara organisatoris NU tetap berpegang pada khittah 1926. Khittah yang dipilih, kata Hasan, ialah khittah produktif, bukan yang pasif. "Secara organisatoris NU tetap di posisi netral. Namun, secara perseorangan aspirasinya kita serahkan kepada masing-masing pengurus dan anggota NU,”  kata Hasan.

    Saifullah Yusuf  telah  resmi mengantongi dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa. Sedangkan Khofifah  mengantongi dukungan resmi dari Partai Nasional Demokrat dan Golkar. Adapun PDIP dikabarkan bakal berkoalisi dengan PKB .

    Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah mengatakan partainya telah mengunjungi sejumlah pesantren dan menemui tokoh agama di Jawa Timur. “Hasilnya, kami diminta mempertimbangkan Saifullah Yusuf sebagai calon gubernur, dan wakilnya diserahkan ke mekanisme partai PDI Perjuangan,” kata Basarah, Rabu, 11 Oktober 2017.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.