Sabtu, 22 September 2018

Koalisi PDIP-PKB Usung Saifullah Yusuf untuk Pilkada Jawa Timur

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saifullah Yusuf/ Gus Ipul. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Saifullah Yusuf/ Gus Ipul. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai politik mulai mengerucutkan nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur untuk diusung dalam pemilihan kepala daerah Jawa Timur (pilkada Jawa Timur). Dua nama kandidat gubernur yang diperkirakan akan berhadapan dalam pemilihan 27 Juni 2018 adalah Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

    Baca: PKB Belum Siapkan Pasangan untuk Gus Ipul Maju Pilgub Jawa Timur

    PDI Perjuangan akan berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa untuk mencalonkan Gus Ipul—panggilan Saifullah. Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Ahmad Basarah, mengatakan partainya telah mengunjungi sejumlah pesantren dan menemui tokoh agama di Jawa Timur, di antaranya Kiai Hasan Mutawakkil—pemimpin Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong di Probolinggo yang juga Ketua Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

    “Hasilnya, kami diminta mempertimbangkan Saifullah Yusuf sebagai calon gubernur, dan wakilnya diserahkan ke mekanisme partai PDI Perjuangan,” kata Basarah kepada Tempo, Rabu, 11 Oktober 2017.

    Dengan perolehan 19 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, PDIP memang harus berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung calon di Jawa Timur. Basarah mengatakan partainya masih mempertimbangkan tiga nama calon wakil gubernur, yakni Bupati Banyuwangi Azwar Anas; Bupati Ngawi Budi Sulistyono; dan Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi. PDIP berencana mengumumkan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur pada Ahad, 15 Oktober mendatang.

    Baca juga: Cerita Risma Mengapa Tak Kepincut Maju Pilkada Jawa Timur

    Meski mengusung kandidat kepala daerah dari partai lain, Basarah memastikan partainya tetap meminta komitmen dari calon tersebut, yakni mendukung agenda politik PDIP. “Ikut memenangkan pemilihan presiden 2019,” dia menjelaskan.

    Jawa Timur akan menjadi salah satu wilayah pemilihan paling menarik dalam pilkada 2018, bersama Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tiga provinsi ini dinilai sebagai kantong suara terbesar yang bisa dijadikan landasan untuk memperkirakan perolehan suara dalam Pemilihan Umum 2019. Komisi Pemilihan Umum mencatat, jumlah pemilih tetap di ketiga provinsi itu pada 2014 mencapai 90,26 juta jiwa atau 48,43 persen dari total pemilih nasional.

    Selain Saifullah, Khofifah semakin santer disebut-sebut akan berlaga dalam pilkada Jawa Timur. Sejumlah partai telah menyatakan dukungan bagi Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama tersebut. Namun, untuk sementara, sejumlah lembaga survei menempatkan Gus Ipul sebagai kandidat dengan elektabilitas tertinggi. Pendaftaran calon akan dibuka selama 8-10 Januari 2018.

    Kemarin, PKB resmi mengumumkan Saifullah Yusuf sebagai calon Gubernur Jawa Timur yang diusung. Partai ini sebetulnya dapat mencalonkan jagoannya tanpa koalisi karena memiliki 20 kursi di DPRD Jawa Timur. Tapi Ketua DPP PKB, Lukman Edy, mengatakan partainya membutuhkan bantuan partai lain dalam setiap pilkada, termasuk di Jawa Timur.

    Menurut dia, PKB akan berkoalisi dengan PDIP di Jawa Timur terutama untuk mengisi posisi calon wakil gubernur. Lukman bahkan menyatakan PDIP telah memastikan akan mengusung Azwar Anas sebagai pendamping Saifullah Yusuf. “Harus ada perpaduan Nahdliyin dan nasionalis,” ucapnya. “Kami juga masih terbuka untuk berkoalisi dengan partai lain.”

     Baca juga: Survei Pemilu 2019: Resep Jokowi  Kalahkan Penantang Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.