Ini Saran Gus Ipul untuk Memperkuat Ketahanan Nahdlatul Ulama

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dan Gubernur Bank Indonesia, Agus D W Martowardojo memainkan alat musik rebana saat meninjau pameran  Indon

    (ki-ka) Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dan Gubernur Bank Indonesia, Agus D W Martowardojo memainkan alat musik rebana saat meninjau pameran Indon

    TEMPO.CO, Bangkalan - Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf meminta warga Nahdlatul Ulama (NU) aktif bermedia sosial. Dia menilai fungsi media sosial saat ini tidak hanya sebagai tempat temu kangen teman lama. Lebih dari itu, media sosial merupakan salah satu pertahanan penting bagi NU untuk menghadapi derasnya arus informasi.

    “Informasi media sosial langsung ke tangan personal. Jadi warga NU harus memantau, bahkan kalau perlu turut mengisinya,” kata lelaki yang akrab disapa Gus Ipul itu saat menghadiri acara Konfercab PC NU Bangkalan di Pondok Pesantren KH Moh. Kholil, Demangan, Rabu, 11 Oktober 2017.

    Baca: PKB Resmi Usung Saifullah Yusuf untuk Pilgub Jawa Timur 2018

    Selain meminta aktif di media sosial dan elektronik, Gus Ipul menginginkan warga NU kembali memperkuat rumah tangga masing-masing dari segala sisi, mulai akidah, ekonomi, sosial, hingga politik, sebagai pertahanan untuk menangkal hal-hal buruk yang berasal dari luar rumah.

    Hal lain yang disarankan diperkuat adalah madrasah. Syaifullah ingin masyarakat dan pemerintah daerah saling membantu memajukan madrasah di perdesaan.

    Baca juga: Dinyatakan Menyuap, Dua Pejabat Kemendes Dituntut 2 Tahun Penjara

    Berikutnya, kata Gus Ipul, yang perlu diperkuat adalah masjid. Dia menyarankan agar masjid tidak hanya digunakan untuk salat, tapi juga dijadikan pusat kegiatan, seperti majelis taklim, majelis zikir, serta tempat anak-anak mengaji. “Kalau perlu dilengkapi dengan layanan kesehatan warga,” ujarnya.

    Jika empat hal itu dijalankan, dia meyakini warga Nahdliyin akan lebih berdaya dan tidak mudah dipecah belah isu apa pun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.