Kejagung Kirim Jaksa Dampingi Siti Aisyah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa asal Indonesia, Siti Aisyah dikawal oleh petugas kepolisian saat menghadiri persidangan di sebuah laboratorium Kimia Malaysia di Petaling Jaya, di Kuala Lumpur, Malaysia, 9 Oktober 2017. Siti Aisyah jalani persiadangan akibat terlibat kasus pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri Kim Jong-Un.AFP PHOTO/MOHD RASFAN

    Terdakwa asal Indonesia, Siti Aisyah dikawal oleh petugas kepolisian saat menghadiri persidangan di sebuah laboratorium Kimia Malaysia di Petaling Jaya, di Kuala Lumpur, Malaysia, 9 Oktober 2017. Siti Aisyah jalani persiadangan akibat terlibat kasus pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri Kim Jong-Un.AFP PHOTO/MOHD RASFAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung M. Prasetyo mengaku pihaknya sudah mengirimkan jaksa untuk mendampingi Siti Aisyah, warga negara Indonesia yang dituduh membunuh saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yaitu Kim Jong Nam. Jaksa senior dari Kejagung itu akan memberikan masukan bagi pengacara yang telah mendampingi Aisyah.

    "Satu bulan ini (jaksa) di Malaysia untuk mendampingi pengacara Siti Aisyah," kata Prasetyo saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi Hukum DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Rabu, 11 Oktober 2017.

    Baca: Sidang Perdana Siti Aisyah, Wartawan Dilarang Meliput

    Ia menambahkan soal obat atau racun langka yang membunuh Kim Jong Nam itu hanya dimiliki intelijen asing. Pihaknya melihat Siti Aisyah tidak mengetahui soal obat atau racun langka itu.

    Dalam persidangan yang digelar sejak 2 Oktober lalu, Aisyah didampingi oleh tim pendamping yang terdiri atas tim perlindungan WNI Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, tim pengarah dari firma hukum Gooi & Azzura, serta tim pakar.

    Baca: Sidang Perdana Siti Aisyah, 10 Ahli Bahas Kematian Kim Jong Nam

    Siti Aisyah dan Doan Thi Huong, warga negara Vietnam, didakwa membunuh Kim Jong-nam di bandar udara Malaysia pada 13 Februari lalu ketika Kim Jong-nam hendak bergegas terbang ke Makau. Rekaman CCTV atau kamera pengintai menunjukkan keduanya terlihat mengoleskan cairan VX ke wajah Jong Nam. Cairan tersebut merupakan cairan kimia berbahaya yang terdaftar sebagai senjata pemusnah massal. Akhirnya Kim Jong-nam tewas sekitar 20 menit kemudian.

    Atas dakwaan itu, tim kuasa hukum Aisyah sempat meminta pihak kepolisian supaya menyediakan rekaman kamera pemantau yang digunakan oleh kepolisian dalam melakukan investigasi. "Kepolisian juga harus melakukan investigasi berdasarkan dari pernyataan Siti Aisyah," kata Gooi, tim kuasa hukum Aisyah.

    Dalam pernyataannya, Siti Aisyah menyebutkan bahwa dirinya diminta untuk membantu melakukan video jahil dengan korban Kim Jong Nam. "Ini yang harus diperdalam, seharusnya bisa dilakukan investigasi terhadap rekaman kamera pemantau di beberapa titik lain," kata Gooi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.