Kapolda Jateng Duga Penembakan 3 Brimob di Blora Bermotif Pribadi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi penembakan polisi

    ilustrasi penembakan polisi

    TEMPO.CO, Semarang - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono membenarkan peristiwa penembakan tiga anggota Brigade Mobil di lokasi penambangan Sarana Gas Trembul, Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Tiga anggota Brimob tewas dalam insiden tersebut.

    "Memang betul, kemarin sekitar pukul 18.00, ada penembakan terhadap anggota yang menyebabkan ketiganya meninggal dunia," kata Condro di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 11 Oktober 2017.

    Baca: Ini Penyesalan Dokter Anwari dalam Penembakan di Gandaria City

    Ketiga korban penembakan tersebut adalah Brigadir Budi Wibowo, 30 tahun, Brigadir Ahmad Supriyanto (35), dan Brigadir Kepala Bambang Tejo (36). Di lokasi penembakan, ucap Condro, ditemukan senjata api tipe AK101 di dekat posisi Bambang Tejo.

    Menurut Condro, pihaknya telah memerintahkan Direktorat Reserse Kriminal Umum, Kepala Pusat Laboratorium Forensik, dan Kepala Satuan Brimob Polda Jawa Tengah memeriksa tempat kejadian perkara. "Kami lakukan pemeriksaan saksi-saksi, identifikasi tempat kejadian, dan autopsi di Blora. Saat ini tim masih berada di sana," ujarnya.

    Simak: 2 Polisi Kota Bima Ditembak, Polda NTB Buru Pelaku

    Condro menuturkan tiga korban tersebut adalah bagian dari enam anggota Brimob yang melaksanakan pengamanan di lokasi tambang minyak dan gas. "Ketiga anggota adalah anggota Subdit 4 Brimob yang berada di Pati," ucap Condro.

    Hingga kini, kata Condro, kepolisian sedang menyelidiki motif penembakan anggota Brimob tersebut. "Motifnya dimungkinkan motif pribadi," katanya.

     Baca Lagi: Pemilu 2019: Jokowi Bisa Kalahkan Penantang Baru, jika…


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.