Ketua MPR: Ilmuwan Berbohong, Dwi Hartanto Ingkari Pancasila

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dwi Hartanto, ilmuwan Indonesia yang mengaku sebagai asisten profesor bidang roket dan pesawat terbang. (Facebook/Dwi Hartanto)

    Dwi Hartanto, ilmuwan Indonesia yang mengaku sebagai asisten profesor bidang roket dan pesawat terbang. (Facebook/Dwi Hartanto)

    TEMPO.CO, Makassar - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan menilai Dwi Hartanto, 35 tahun, ilmuwan asal Indonesia telah mengingkari Pancasila. Alasannya, pria yang dijuluki "The Next Habibie” itu telah berbohong sehingga nama Indonesia tercoreng di dunia internasional.

    "Kita ini kan punya pancasila, jadi kalau sudah berbohong bagaimana? Kan berarti ingkar kepada Pancasila," ucap Zulkifli di Makassar, Selasa, 10 Oktober.

    Zulkifli berharap kepada generasi muda agar memiliki karakter, terutama kejujuran. "Saya berharap anak muda punya karakter dan berilmu, bukan karakter bohong. Itu kuno, ketinggalan zaman," kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini.

    Kedepannya,Zulkifli berharap, kejadian seperti ini tidak terulang lagi, sehingga ia meminta kepada generasi muda bangsa agar betul-betul belajar demi mengharumkan negeri ini.

    Dwi Hartanto adalah mahasiswa program doktoral di Universitas TU Delft Belanda. Belakangan Dwi mengaku informasi tentang dirinya yang selama ini disampaikan ke media massa adalah suatu kebohongan.

    Misalnya, pengakuan Dwi Hartanto yang terlibat dalam pengembangan teknologi pesawat tempur generasi ke-6. Namun belakangan baru terbongkar jika hal itu tak benar sehingga Dwi meminta maaf.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.