PVMBG: Longsor Potensial Hampir Merata di Seluruh Indonesia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga bersama prajurit TNI AD dari Yonif 323/Buaya Putih Raider membersihkan lumpur atau material tanah pascalongsor yang menimpa dua rumah dan menyebabkan empat orang tewas tertimbun di Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, 8  Oktober 2017. Berda

    Warga bersama prajurit TNI AD dari Yonif 323/Buaya Putih Raider membersihkan lumpur atau material tanah pascalongsor yang menimpa dua rumah dan menyebabkan empat orang tewas tertimbun di Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, 8 Oktober 2017. Berda

    TEMPO.CO, Bandung - Potensi bencana longsor pada Oktober 2017 diperkirakan hampir merata di seluruh wilayah Indonesia. “Memasuki Oktober (potensi) kejadian longsor akan lebih intens, lebih tinggi dari Agustus dan September,” kata Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi (PVMBG), Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, Kasbani saat dihubungi Tempo, Senin, 9 Oktober 2017.

    Data perkiraan hujan yang diterima lembaganya dari BMKG, curah hujan pada Oktober ini mulai meningkat. Hujan menjadi salah satu pemicu longsor. “Begitu curah hujannya mulai tinggi, durasinya juga lama, memang akan mempercepat terjadinya longsor,” kata dia.

    Baca: Banjir dan Longsor Melanda Pangandaran, 4 Orang Tewas

    Potensi bencana longsor wajib diwaspadai pada daerah-daerah yang sebelumnya pernah longsor. “Di daerah-daerah bekas terjadinya longsor itu mungkin masih ada rekahan-rekahan.” Kondisi ini akan berpotensi longsor kembali jika curah hujan makin tinggi.

    Saban bulan, PVMBG mengirimkan peta peringatan dini daerah-daerah yang berpotensi mengalami longsor ke seluruh pemerintah daerah. “Kita punya peta kerentanan gerakan tanah, overlay dengan data curah hujan dari BMKG,” kata Kasbani.

    PVMBG meminta semua daerah untuk mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana longsor bersamaan dengan memasuki musim hujan. “Semua harus meningkatkan kewaspadaan, mulai mengecek kembali daerah-daerah potensial longsor.”

    Baca juga:Potensi Cuaca Buruk di Sumatera Barat, BMKG: Waspadai Bencana

    Pemerintah daerah harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. PVMBG tidak bisa memeriksa satu-satu wilayah karena terlalu luas. “Pemerintah daerah harus proaktif mengecek wilayahnya,” kata dia.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dicky Saromi membenarkan sudah menerima peta peringatan potensi gerakan tanah yang dikirimkan setiap bulannya oleh PVMBG. Lembaga itu mencatat 73 persen kecamatan di Jawa Barat berpotensi terjadinya gerakan tanah. “Potensi tanah bergerak itu menengah hingga tinggi, sisanya Rendah,” kata dia saat dihubungi Tempo, Senin, 9 Oktober 2017.

    Dicky mengatakan, perkiraan BMKG juga mendapati potensi hujan. “Sudah mulai hujan sekarang,” kata dia.

    Menurut Dicky, peringatan potensi gerakan tanah itu sudah disebarkan pada seluruh BPBD di kabupaten/kota. “Kami berharap juga agar ini disosialisaikan pada seluruh masyarakat, agar berhati-hati di daerah itu bila curah hujan tinggi.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.