Dikritik Soal Akurasi Amunisi, Ini Jawaban Dirut Pindad

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kontainer tempat menembak milik PT Pindad (Persero) di IDB Expo, JCC. Tempo/Vindry Florentin

    Kontainer tempat menembak milik PT Pindad (Persero) di IDB Expo, JCC. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan kualitas amunisi buatan Pindad sudah memenuhi standar internasional. Standar ini setidaknya dibuktikan dengan keberhasilan kontingen Indonesia menjadi juara umum Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) sejak 2008. Juga di ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2016 yang digelar di Filipina.

    Indonesia yang diwakili tim TNI Angkatan Darat di ajang AASAM berhasil mengalahkan tim dari negara kuat seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

    “Itu bukti performa amunisi dan senapan buatan kami tidak kalah dari negara lain. Tapi kami tetap menerima kritikan dari pihak lain seperti Perbakin untuk perbaikan ke depannya,” kata Abraham menjawab pertanyaan Tempo selepas prosesi peletakan batu pertama perluasan pabrik amunisi dan peresmian produk baru PT Pindad di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin sore, 9 Oktober 2017.

    Baca juga: Institusi Non Militer Pengguna Senjata Harus Seizin Polri

    Acara tersebut dihadiri antara lain Asisten Perencanaan Umum dan Anggaran (Asrenum) Panglima TNI Laksamana Muda TNI Siwi Sukma Adji, Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Darat (Asrena KSAD) Mayor Jenderal TNI Dominicus Agus Riyanto, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Ahmad Hanafi Rais, dan sembilan prajurit Angkatan Darat yang berjaya di ajang AASAM 2016.

    Sebelumnya, pada Minggu, 8 Oktober 2017, Ketua Bidang Hukum, Etika, dan Disiplin Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Bambang Soesatyo menyatakan Perbakin tidak hanya mendatangkan 500 ribu amunisi dari Korea Selatan, tapi juga dari Amerika dan Eropa. Impor peluru terpaksa dilakukan karena amunisi yang diproduksi Pindad kurang memiliki akurasi yang bagus sehingga pelurunya hanya dipakai buat latihan biasa.

    Baca juga: PT Pindad Menunggu Realisasi Pesanan Senjata dari Polri

    Sedangkan peluru impor dipakai untuk latihan atlet Perbakin yang akan mengikuti kejuaraan menembak Bascot VI Shooting Championship & Expo di Lapangan Tembak Hoegeng Imam Santoso, Markas Komando Brimbo Kepala Dua, Depok, 5-29 Oktober 2017, serta kejuaraan menembak reaksi level III di Filipina pada 3-26 Oktober 2017.

    Meski menerima kritikan, kata Abraham, performa amunisi buatan Pindad ditentukan banyak faktor. Abraham tidak memperjelas faktor-faktor yang ia maksud kecuali menyebut faktor kemampuan atau kemahiran menembak sebagai satu hal kunci yang harus dikuasai atlet menembak.

    “Kami kira, kemahiran menembak (atlet Perbakin) harus dilatih terus, ditingkatkan terus biar kayak kontingen kita di AASAM, tapi kritiknya tetap kami terima,” ujar Abraham.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.