Setya Novanto Menang Praperadilan, JK: Citra Golkar Tetap Jelek

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla meninjau stasiun bawah tanah dan jalan raya di Brussels, Belgia,  9 Oktober 2017. Di sela kunjungannya menghadiri Festival Europalia, Kalla menggali informasi tentang sistem trasportasi massal di Brussel. Foto/Juru bicara Wapres Husain Abdullah.

    Wapres Jusuf Kalla meninjau stasiun bawah tanah dan jalan raya di Brussels, Belgia, 9 Oktober 2017. Di sela kunjungannya menghadiri Festival Europalia, Kalla menggali informasi tentang sistem trasportasi massal di Brussel. Foto/Juru bicara Wapres Husain Abdullah.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden yang juga mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla mengatakan penilaian masyarakat terhadap Golkar tetap jelek meskipun Setya Novanto memenangkan gugatan praperadilan dalam kasus dugaan korupsi E-KTP. Karena itu, kata Kalla, Golkar harus dipimpin orang yang bersih agar citra Golkar menjadi baik.

    "Masyarakat itu tentu walaupun katakanlah pengadilan hasilnya begitu, tapi kan masyarakat penilaiannya tetap jelek saja," kata Kalla seperti diungkapkan juru bicara Wapres Husain Abdullah melalui layanan Whatsapp, Senin, 9 Oktober 2017.

    Baca juga: Setya Novanto Segera Umumkan Penggantian Pengurus DPP Golkar

    Kalla mengatakan itu menjawab pertanyaan soal perlunya penggantian Ketua Umum Golkar Setya Novanto. Dia menjawab pertanyaan wartawan di sela kunjungannya ke Belgia untuk menghadiri festival budaya Europalia.

    Menurut Kalla, penilaian publik pada Golkar menjadi jelek setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Novanto menjadi tersangka korupsi E-KTP. Belakangan Setya Novanto mengajukan gugatan praperadilan. Sidang yang dipimpin hakim tunggal Cepi Iskandar pun memenangkan Setya Novanto, sehingga penetapan tersangka oleh KPK dianggap tidak sah.

    Baca juga: Idrus Marham: Setya Novanto Kembali Memimpin Golkar

    Kalla mengatakan tokoh-tokoh Golkar menginginkan Golkar maju. Untuk mencapai itu, penilaian yang baik dari masyarakat sangat dibutuhkan. Menurutnya, partai sangat tergantung kepada konstituen. "Konstituen itu tidak memilih berdadarkan alasan-alasan yang ada," ujar Kalla. Karena itu pimpinan Golkar harus baik. "Bersih. Jangan timbulkan gonjang-ganjing, soal korupsi, macam-macam," ucap Kalla.

    Bagi Kalla, belum terlambat untuk memperbaiki citra Golkar. Masih ada waktu dua tahun menjelang Pemilu 2019. "Masih cukup waktu untuk memperbaiki citra itu. Ada dua tahun lagi," ujar Kalla.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.