KPK: Tersangka Aditya Moha Diduga Menyuap Hakim secara Bertahap

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar Aditya Moha berjalan keluar menggunakan rompi tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, 8 Oktober 2017 dini hari. KPK berhasil menyita barang bukti berupa 64 ribu dolar Singapura dalam operasi tangkap t

    Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar Aditya Moha berjalan keluar menggunakan rompi tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, 8 Oktober 2017 dini hari. KPK berhasil menyita barang bukti berupa 64 ribu dolar Singapura dalam operasi tangkap t

    TEMPO.CO, Jakarta - Tersangka Aditya Anugrah Moha diduga menyerahkan uang suap kepada Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara Sudiwardono secara bertahap. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Bidang Keuangan itu menyerahkan Sin$ 60 ribu kepada Sudiwardono pada pertengahan Agustus 2017 di Manado, Sulawesi Utara. Pada Jumat malam, 6 Oktober 2017, Aditya kembali memberikan uang Sin$ 30 ribu kepada Sudiwardono di sebuah hotel di kawasan Pecenongan, Jakarta. Tak lama setelahnya, KPK menangkap Aditya dan Sudiwardono.

    KPK menyita uang Sin$ 64 ribu dari penangkapan itu. Uang Sin$ 53 ribu disita dari Sudiwardono di kamar hotel tempat dia menginap. Dari Aditya, KPK menyita Sin$ 11 ribu di dalam mobilnya. "Indikasi imbalan sekitar Sin$ 100 ribu dolar Singapura," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, kepada wartawan pada Ahad, 8 Oktober 2017.

    Baca:
    Aditya Moha Ditahan KPK: Saya Berjuang demi Ibu
    Tersangka Suap Aditya Moha Adalah Politikus ...

    Febri mengatakan uang suap itu diberikan Aditya untuk dua tujuan sehubungan dengan perkara ibunya, Marlina Moha Siahaan, terdakwa korupsi yang sedang banding. Sebanyak Sin$ 20 ribu diberikan agar KPK tidak menahan Marlina, sedangkan, “Sin$ 80 ribu untuk mempengaruhi putusan banding," kata Febri.

    Marlina Moha Siahaan menjadi terdakwa korupsi tunjangan penghasilan aparatur pemerintah desa (TPAPD) Kabupaten Bolaang Mongondow pada 2010. Bupati Bolaang Mongondow periode 2001-2006 dan 2006-2011 ini divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Manado pada Juli 2017. Marlina kemudian mengajukan banding atas vonis itu.

    KPK menemukan surat yang diterbitkan Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara agar Marlina tidak ditahan. "Surat ini diketahui tertanggal setelah indikasi pemberian pertama terjadi pada pertengahan Agustus 2017," kata Febri.

    Baca juga:
    Kronologi Penangkapan Aditya Moha dan Hakim...
    KPK Menahan Ketua PT Sulawesi Utara dan Aditya Moha

    Sedangkan untuk mempengaruhi putusan, kata Febri, diketahui ada informasi agar pada tingkat banding Marlina dibebaskan atau dijatuhi hukuman minimal.

    Aditya dan Sudiwardono telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Aditya ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK dan Sudiwardono ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK di Pomdam Jaya, Guntur. Keduanya ditahan selama 20 hari pertama mulai Ahad ini.


  • KPK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.