Pengacara: Novanto Laksanakan Tugas DPR Meski Masih Pemulihan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Setya Novanto

    Ilustrasi Setya Novanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto masih dalam masa pemulihan setelah keluar dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Pengacara Setya, Fredrich Yunadi, mengklaim, meski masih dalam masa pemulihan, Setya sudah melaksanakan tugasnya sebagai Ketua DPR. "Beliau dalam keadaan sakit juga masih bertugas, kok," katanya kepada Tempo, Minggu, 8 Oktober 2017.

    Fredrich menuturkan Setya Novanto melaksanakan tugasnya sambil istirahat di rumah. "Sambil tidur dan istirahat, ya, sambil tanda tangan surat-surat," ujarnya.

    Baca: Setya Novanto Ancam Laporkan Komisioner KPK ke Bareskrim Polri

    Senin malam, 2 Oktober 2017, Setya dikabarkan sudah pulang dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Sebelumnya, dia sempat menjalani operasi dan rawat inap selama sepekan di rumah sakit tersebut.

    Setya disebut menderita sakit jantung sehingga harus menjalani operasi. Ia sempat dirawat di Rumah Sakit Siloam Semanggi sejak 10 September 2017. Sepekan di Siloam, pada 17 September, dia dipindahkan ke Rumah Sakit Premier Jatinegara.

    Setya ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun dia lepas dari jerat KPK setelah memenangi gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat, 29 September 2017.

    Simak: Idrus Marham: Setya Novanto Kembali Memimpin Golkar

    Fredrich menuturkan Setya beristirahat di rumah. Kliennya juga masih harus melakukan cek kesehatan dalam masa pemulihan ini. "Jelas masih cek kesehatan, kan belum sembuh," ucapnya.

    Saat ditanya kapan jadwal cek kesehatan Setya Novanto, Fredrich mengaku tidak tahu. Dia meminta masalah itu ditanyakan langsung kepada Setya. "Saya tidak tahu, saya tidak mengerti itu," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.