TNI Selalu Terkait dengan Isu Demontrasi dan Pilkada

Reporter:
Editor:

Hadriani Pudjiarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI melakukan salto di udara saat memecahkan kendi dalam aksi ketangkasan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, 5 Oktober 2017. Aksi ketangkasan tersebut dalam rangka memeriahkan HUT ke-72 TNI di Aceh. ANTARA

    Prajurit TNI melakukan salto di udara saat memecahkan kendi dalam aksi ketangkasan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, 5 Oktober 2017. Aksi ketangkasan tersebut dalam rangka memeriahkan HUT ke-72 TNI di Aceh. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Demonstrasi dan pilkada merupakan frasa terbanyak yang juga banyak di-mention Netizen dalam hal membicarakan tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang baru saja berulang tahun pada Kamis, 5 Oktober 2017. Demikian disampaikan Rustika Herlambang pada Jumat, 6 Oktober 2017 di Jakarta.

    Baca: HUT TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo Jamin Kesetiaan TNI pada Rakyat

    Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2) menerangkan Netizen banyak menyapa TNI untuk senantiasa menjaga netralitas dan keberpihakannya pada masyarakat, bahkan lebih khusus lagi mereka menyebut dengan istilah “rakyat” dan “ulama”. Apresiasi ditujukan kepada TNI dan juga Polri yang merupakan kebanggaan Netizen pada pengamanan pilkada, khususnya pilkada DKI, dan juga pengamanan demonstrasi besar yang terjadi beberapa kali di Jakarta.

    Menurut Rustika ada beberapa hashtag yang muncul dalam percakapan ini adalah #RakyatdukungTNI, #Umatmenjagaulama,
    #umatmenjagaNKRI, #debatpilkada, #agussylvihebat, #aksi55.

    "Pada isu makar tertinggi muncul di bulan Mei berkaitan dengan kontroversi pernyataan Panglima TNI pada isu makar, meskipun di bulan November, Desember, dan April kata ini sering didengung-dengungkan.

    Dalam hal luar negeri, kata Rustika, Australia juga merupakan salah satu frasa terbanyak dibicarakan Netizen. Respons terbesar Netizen dalam menyebut Australia terutama dipicu oleh pernyataan Panglima TNI, misalnya tentang isu Rizieq Shihab sebagai korban propaganda Australia, peran Australia dalam kasus Timtim, Australia sebagai salah satu negara penyandang dana terorisme, penghentian kerjasama militer Indonesia dan Australia, kerjasama cyber, dan sebagainya. "Dalam hal Australia, netizen melihatnya dalam dua sisi, positif dan negatif tergantung pada isunya," ujar dia.

    Rustika menceritakan tentang porsi kecil, disebutnya TNI dalam frasa bencana seperti banjir, longsor, kekeringan senantiasa muncul konsisten. Menurutnya, mengamati dari kalimat yang disampaikan Netizen dalam hal bencana, terlihat adanya kedekatan, kepercayaan, dan harapan Netizen pada TNI.

    Dilihat dari emosi yang disampaikan Netizen melalui bahasa yang digunakan, kepercayaan dan harapan netizen pada TNI sangat besar. "Meski dirundung berbagai isu yang bersifat polemik, TNI tetap mendapatkan kepercayaan publik yang ditandai dengan emosi trust dan anticipation yang mendominasi sepanjang setahun terakhir."

    Rustika juga memaparkan tentang berbagai langkah dan aktivitas TNI yang senantiasa mendapat dukungan dari Netizen. Diantaranya, pada bulan September saat Panglima mengingatkan bahaya laten komunisme dan isu adanya senjata ilegal yang dipasok oleh satu institusi tertentu. Demikian juga dengan isu makar yang pernah dilontarkan oleh Panglima, kedekatan TNI dalam membela ulama dan masyarakat dalam demonstrasi, dan sebagainya.

    "Anticipation adalah emosi yang mendominasi. Hal ini diwujudkan dengan berbagai harapan dan kekhawatiran Netizen terhadap TNI yang menghadapi berbagai situasi yang terjadi di negeri ini, seperti dalam kasus komunisme, kekhawatiran adanya kriminalisasi ulama, terorisme, dan lainnya. Kedua emosi ini mencapai 63 persen dibandingkan dengan emosi lainnya.

    HADRIANI P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.