Luas Kebakaran Hutan dan Lahan Turun di 2017

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luas Kebakaran Hutan dan Lahan Turun di 2017

    Luas Kebakaran Hutan dan Lahan Turun di 2017

    INFO NASIONAL - Data citra satelit LANDSAT 8 dan HS Terra Aqua menunjukkan hingga 5 Oktober 2017, luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh wilayah Indonesia mencapai 124.743 hektare. Angka ini turun dibanding 2016 yang luas areal kebakarannya sekitar 438.363 hektare  dan  2015 yang mencapai 2.611.411 hektare.

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Di 2015 misalnya, KLHK menginisiasi pembuatan bangunan fisik tata air berupa sekat kanal, embung, dan sumur bor. Saat ini telah terbangun sekat kanal sebanyak 15.636 unit, embung 2.581 unit, dan sumur bor 1.527 unit. Banyak lembaga pemerintah dan swasta yang berperan dalam pembuatan bangunannya.

    Tidak hanya itu, KLHK juga mendirikan posko pengendalian karhutla di kawasan kantor KLHK yang beroperasi 24 jam. Brigade pengendalian karhutla KLHK Manggala Agni juga rutin melaksanakan patroli dan pemadaman di lapangan. Pada Kamis, 4 Oktober 2017 misalnya, Manggala Agni melaksanakan pemadaman karhutla di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Di Kalimantan Selatan, petugas posko patroli terpadu yang terdiri dari Manggala Agni Daops Banjar, TNI, dan Polri, menemukan titik api di sekitar hutan seluas lima hektare di Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Petugas pun langsung melakukan pemadaman awal dengan menggunakan pompa punggung sebelum datang bantuan tenaga dan alat dari Daops Banjar.

    Di tempat lain, petugas patroli terpadu juga berhasil memadamkan api di hutan seluas sekitar tiga hektare setelah berjibaku menghadapi si jago merah selama dua jam di Desa Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

    Sedangkan di Kalimantan Tengah, petugas patroli terpadu menemukan kebakaran hutan dan lahan di dua lokasi, yaitu Desa Tumbang Tarusan dan Desa Tewang Rangkang, Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Kabupaten Katingan. Kebakaran yang terjadi di Kecamatan Tewang Sangalang Garing ini terjadi pada tengah hari dengan jenis kebakaran permukaan seluas sekitar 2 hektare. Menurut pantauan petugas di lapangan, kemungkinan lahan yang terbakar akan dijadikan lahan pertanian karena bahan bakaran yang tersedia adalah pohon dan semak yang telah ditebas.

    Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B. Panjaitan mengatakan petugas patroli terpadu bisa menjadi garda terdepan dalam mencegah api agar tidak meluas. “Petugas patroli akan segera melakukan pemadaman dini jika menemukan kejadian kebakaran, karena mereka terjun langsung ke tapak dan sudah dibekali dengan alat pemadam ringan berupa pompa punggung yang berfungsi untuk pemadaman awal,” katanya.

    Hasil pantauan posko pengendalian karhutla KLHK berdasarkan satelit NOAA tertanggal 4 Oktober pukul 20.00 WIB, terdapat tiga hotspot di seluruh wilayah Indonesia, yaitu di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Sedangkan berdasarkan TERRA AQUA (NASA) confidence level 80 persen, terdapat  lima hotspot, yaitu di Provinsi Papua, Maluku, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Tengah.

    Menurut pantauan dari Satelit NOAA, hingga 4 Oktober 2017 malam, terdapat 2.336 hotspot di seluruh Indonesia atau turun 1.140 titik atau 32,79 persen dibanding periode yang sama 2016. Sedang satelit TERRA-AQUA (NASA) mencatat ada 1.789 hotspot atau turun 1.743 titik (49,34 persen) dibanding periode yang sama 2016. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.