Harapan Kapolri Tito Karnavian di HUT TNI ke-72

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkopolhukam Wiranto bersama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melakukan salam komando seusai menghadiri upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 2017. Tempo/Amirullah Suhada

    Menkopolhukam Wiranto bersama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melakukan salam komando seusai menghadiri upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 2017. Tempo/Amirullah Suhada

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian ikut hadir dalam perayaan HUT TNI ke-72 di Cilegon, Banten, Kamis 5 Oktober 2017. Tito berharap di usianya ke-72 TNI menjadi semakin kuat dan solid untuk menjadi kekuatan bangsa.

    "Sebagai tentara yang kuat, tadi seperti kata pak Presiden, bukan hanya ditingkat nasional tapi juga di kancah internasional," kata Tito di sela-sela perayaan HUT TNI.

    Baca juga: Agus Harimurti Yudhoyono Sampaikan Pesan Saat HUT TNI Ke-72

    Peringatan HUT TNI ini diikuti 5.932 anggota TNI yang berasal dari tiga matra. Mereka terdiri dari Batalyon Upacara 1 Perwira Gabungan, Brigade Upacara II Akademi TNI, Brigade Upacara TNI Angkatan Darat (AD), Brigade Upacara TNI Angkatan Laut (AL), Brigade Upacara TNI Angkatan Udara (AU), Batalyon Upacara PNS, Batalyon Komponen Cadangan dan Batalyon Pasukan Lintas Sejarah TNI.

    Peringatan HUT TNI ke-72 dengan Inspektur Upacara Presiden Jokowi ini bertema "Bersama Rakyat TNI Kuat". Tema itu memiliki makna kesadaran TNI yang bersumber dari rakyat, berbuat dan bertindak bersama rakyat. Hal ini menjadi modal utama TNI dalam mengawal dan mengamankan kepentingan nasional menuju cita-cita bangsa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.