Eks Dirjen Hubla Tonny Budiono: Saya Hanya Terima Gratifikasi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub Antonius Tonny Budiono mengenakan rompi tahanan berjalan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (25/8) dini hari. KPK mengamankan barang bukti uang lebih dari Rp 20 miliar dari kedua tersangka.

    Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub Antonius Tonny Budiono mengenakan rompi tahanan berjalan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (25/8) dini hari. KPK mengamankan barang bukti uang lebih dari Rp 20 miliar dari kedua tersangka.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono membantah telah menerima suap terkait dengan perizinan dan pengadaan proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Ia mengaku uang yang ia terima dan kemudian disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi hanyalah gratifikasi.

    "Saya bukan suap, kalau suap kan ada transaksi, saya hanya terima uang gratifikasi," kata Tonny di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Oktober 2017.

    KPK pada hari ini memeriksa Tonny sebagai saksi untuk tersangka Adiputra Kurniawan, Komisaris PT Adhiguna Keruktama. Ia dimintai keterangan lebih lanjut terkait dengan kasus suap perizinan dan pengadaan proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas.

    Baca juga: Cerita Ketua RT Soal Tonny Budiono Sejak Ditinggal Istrinya

    Sebelumnya, KPK telah menetapkan Tonny dan Adiputra sebagai tersangka pada Kamis, 24 Agustus 2017. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyebut Adiputra diduga berperan sebagai pihak yang memberikan suap kepada Tonny. PT Adhiguna Keruktama sendiri merupakan salah satu perusahaan yang terlibat dalam proyek di pelabuhan tersebut.

    KPK ikut menyita 33 tas berisi uang di tempat tinggal Tonny di mess Perwira Dirjen Hubla di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, dengan total senilai Rp 18,9 miliar. Suap juga diduga diberikan melalui kartu ATM tersebut yang saat penyitaan, berisi saldo sisa Rp 1,174 miliar.

    Perihal uang dalam ATM yang diduga sebagai suap dari Adiputra, Tonny lagi-lagi membantahnya. "ATM itu juga gratifikasi, tanya penyidik saja," ujarnya.

    Baca juga: Dirjen Hubla Tonny Budiono Resmi Ditahan KPK

    Antonius Tonny Budiono selesai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 18.50 WIB. Tonny keluar dari gedung KPK menggunakan seragam oranye, seragam untuk tersangka korupsi, didampingi oleh seorang penyidik KPK. Meski milih irit berbicara, Tonny tetap keluar dengan tersenyum sebelum akhirnya masuk ke mobil tahanan KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kakak Adik Marc dan Alex Marquez di Tim Honda, Tandem atau Rival?

    Honda resmi menunjuk Alex Marquez menjadi tandem Marc Marquez. Adik dan Kakak itu akan bertandem dalam satu tim. Atau akan bersaing?