Bulan Sura, Museum Radyapustaka Jamasi Koleksi Pusaka

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Empu Daliman menggosok keris menggunakan potongan jeruk untuk menghilangkan karat, 28 Oktober 2015. Keris tersebut merupakan salah satu koleksi Museum Radyapustaka. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Empu Daliman menggosok keris menggunakan potongan jeruk untuk menghilangkan karat, 28 Oktober 2015. Keris tersebut merupakan salah satu koleksi Museum Radyapustaka. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Solo - Museum Radyapustaka Solo melakukan jamasan (mencuci) belasan koleksi museum berupa benda-benda pusaka, Kamis, 5 Oktober 2017. Jamasan selalu dilakukan pada awal tahun baru Jawa atau yang dikenal dengan bulan Sura.

    Jamasan pusaka itu dilakukan di serambi belakang museum, tepatnya di lokasi penyimpanan arca batu. Koleksi yang dibersihkan berupa belasan bilah keris, tombak, pedang hingga cundrik.

    "Pusaka yang di-jamasi dipilih yang sudah kotor karena karat," kata Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Museum Surakarta, Bambang MDS. Mereka memilih 16 pusaka dari lebih dari 200 koleksi pusaka yang berada di museum tertua di Indonesia itu.

    Baca juga: Mirip Bule, Wali Kota Solo Minta Manekin di Museum Keris Diganti

    Pusaka yang dijamasi itu usianya sudah tua, mencapai ratusan tahun. "Ada keris peninggalan Mataram, Majapahit hingga era kerajaan Buddha," kata Bambang. Usia keris yang sudah sangat tua itu membuat petugas harus membersihkannya dengan sangat hati-hati.

    Jamasan pusaka dilakukan dengan membersihkan pusaka-pusaka itu menggunakan air kelapa, ramuan air jeruk dan buah pace dan abu halus. Benda pusaka itu digosok menggunakan sabut kelapa hingga kembali mengkilap.

    Selanjutnya, pusaka yang telah bersih digosok lagi dengan cairan warangan. Cairan berisi mineral yang mengandung arsenik itu mempu membuat pamor atau gurat di tubuh keris kembali terlihat menonjol. "Aplikasi penggunaan warangan harus sangat hati-hati lantaran mengandung racun yang cukup kuat," katanya.

    Museum Radyapustaka didirikan pada tanggal 28 Oktober 1890 oleh KRA Sosrodiningrat IV, pepatih di Keraton Kasunanan Surakarta pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Paku Buwono IX dan Sri Susuhunan Paku Buwono X. Selain berbagai koleksi benda peninggalan masa lampau, Radyapustaka juga menyimpan berbagai naskah dan buku kuno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.