Survei: Elektabilitas Jokowi Meningkat, Prabowo Turun

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyapa para praktisi di bidang kopi dalam acara `Ngopi Sore Bersama Presiden` di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 1 Oktober 2017. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

    Presiden Joko Widodo menyapa para praktisi di bidang kopi dalam acara `Ngopi Sore Bersama Presiden` di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 1 Oktober 2017. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan mengatakan, bila pemilihan presiden dilakukan sekarang, Joko Widodo atau Jokowi akan menjadi pemenang. Ia akan unggul jauh dibandingkan pesaing terdekatnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

    SMRC melakukan survei pada awal September 2017 melibatkan 1.057 orang responden untuk diwawancarai. Margin error dari survei ini sebesar lebih-kurang 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

    Survei tersebut menunjukkan dalam benak masyarakat (top of mind) presiden pilihan mereka adalah Joko Widodo. Elektabilitas Jokowi ada di angka 38,9 persen.

    Di bawah Jokowi ada nama Prabowo Subianto (12 persen) dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (1,6 persen). Adapun calon-calon lainnya hanya meraih suara di bawah satu persen.

    Baca juga: Jokowi Sindir Lawan Politiknya, Mainkan Isu Daya Beli untuk 2019

    Djayadi menjelaskan, sejak Oktober 2015 hingga September 2017, tren elektabilitas Jokowi juga cenderung naik. Tingkat keterpilihan Jokowi pada Oktober 2015 sebesar 25,5 persen sedangkan pada September 2017 ada di angka 38,9 persen.

    Adapun elektabilitas Prabowo cenderung menurun dari 13,6 persen menjadi 12 persen. Begitu pula dengan SBY dari 4,5 persen kini 1,6 persen.

    "Nama lain belum ada yang cukup kompetitif. Ini top of mind, dukungan solid yang agak sulit diubah," kata Djayadi dalam pemaparannya di kantor SMRC, Cikini, Jakarta, Kamis, 5 Oktober 2017.

    Tokoh lain yang belakangan kerap diperbincangkan, Jenderal Gatot Nurmantyo, elektabilitasnya masih jauh di bawah Jokowi dan Prabowo. Panglima Tentara Nasional Indonesia ini hanya mendapatkan 0,3 persen. "Masih rendah, masih jauh," ucapnya.

    Baca juga: Ketika Presiden Jokowi Menegaskan Dia Panglima Tertinggi

    Posisi ini juga sama saat responden diberikan pertanyaan semi terbuka. Jokowi mendapatkan 45,6 persen dan Prabowo 18,7 persen.

    Djayadi menjelaskan, tingginya elektabilitas Jokowi tidak lepas dari kepuasan masyarakat terhadap kinerjanya. Sejak pertengahan 2016, kata Djayadi, kepuasan kinerja Presiden Joko Widodo selalu di atas 60 persen dan cenderung stabil. "Rakyat umumnya menilai kondisi berbagai sektor kehidupan makin membaik," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.