Jusuf Kalla: Golkar Itu Ibarat Pasutri, Suka Beda Pendapat Tapi..

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Indonesia Muhammad Jusuf Kalla berbicara di muka Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, 21 September 2017. Dalam kesempatan ini pula, Kalla menyatakan dukungan Indonesia untuk reformasi PBB. AP

    Wakil Presiden Indonesia Muhammad Jusuf Kalla berbicara di muka Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, 21 September 2017. Dalam kesempatan ini pula, Kalla menyatakan dukungan Indonesia untuk reformasi PBB. AP

    TEMPO.CO, Jakarta -Aksi pemecatan yang kini terjadi di elit tubuh Partai Golkar itu membuat Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut angkat bicara. Jusuf Kalla, eks Ketua Umum partai berlambang beringin ini mengatakan, apa yang terjadi di Golkar di masa Setya Novanto ini bukan berarti ada perpecahan. Menurtu Kalla, situasinya lebih mirip adanya perbedaan pendapat.

    "Saya kira cuma berbeda pendapat, tapi tidak pecah," kata Kalla di Senayan, Selasa 3 Oktober 2017. Kalla ditanya wartawan seusai meninjau pembangunan Gelora Bung Karno.

    BACA: Jusuf Kalla: Menteri Tidak Boleh Berdebat di Muka Umum

    Seperti diketahui, sejumlah kader mendorong penyelamatan partai setelah Ketua Umum Golkar Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Belakangan, Novanto memenangkan gugatan praperadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi. Dengan vonis ini, pihak pengadilan menilai status tersangka yang disematkan pada Novanto tidak sah.

    Setelah memenangi praperadilan, Novanto melakukan pemecatan, yakni pada Ketua Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar Yorrys Raweyai. Sebelumnya, Novanto juga memecat kader Golkar, yakni Ahmad Doli Kurnia yang menyuarakan gerakan Golkar bersih.

    Menurut Kalla, kondisi Golkar saat ini bukan berarti mengalami perpecahan. Dia menganalogikan dengan kehidupan berumah tangga. "Anda juga kadang berbeda pendapat dengan istri, tapi juga tidak bercerai kan," kata Kalla.

    AMIRULLAH SUHADA

    Baca juga: Resep KPK Balas Kekalahan Kasus  Setya Novanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.