Takut Bebas Visa karena Teroris, Jokowi: Kan Terorisnya dari Kita

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberi sambutan pada acara Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan penyalahgunaan obat oleh BPOM di Bumi perkemahan Cibubur Jakarta, 3 Oktober 2017. Tempo/Fakhri hermansyah

    Presiden Jokowi memberi sambutan pada acara Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan penyalahgunaan obat oleh BPOM di Bumi perkemahan Cibubur Jakarta, 3 Oktober 2017. Tempo/Fakhri hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo bercerita soal ketakutan bangsa Indonesia saat dia menerapkan kebijakan bebas visa untuk menggenjot pariwisata. Menurut Jokowi, ketakutan itu berpangkal pada persoalan terorisme. Banyak yang takut teroris masuk ke Indonesia jika kebijakan bebas visa diberlakukan.

    "Orang negara lain dibuka, kok, kita enggak buka. Katanya ada teroris, kan terorisnya dari kita," ujarnya, yang kemudian disambut tawa peserta Rapat Koordinasi Kamar Dagang dan Industri 2017, Jakarta, Selasa, 3 Oktober 2017.

    Baca juga: Bebas Visa, Wisatawan Inggris ke Bali Meningkat

    Jokowi menjelaskan, yang dia maksud adalah ketakutan terhadap teroris jangan dijadikan alasan untuk tidak membebaskan visa. Menurutnya, pembebasan visa dinilai penting untuk menggenjot sektor pariwisata Indonesia, yang nantinya bisa berkontribusi terhadap penerimaan negara.

    Lagi pula, kata Jokowi, negara-negara tetangga di ASEAN tidak ada yang takut terhadap ancaman teroris. Singapura, misalnya, sudah menerapkan bebas visa untuk 170 negara saat Indonesia baru membuka 14.

    "Negara lain gitu, kenapa kita tidak? Karena takut teroris? Alasannya ada-ada saja. Kok, nakut-nakutin Presiden. Saya ini enggak punya takut," ucapnya.

    Jokowi mengaku sudah merencanakan menerapkan lebih banyak bebas visa, dan tidak sabar ingin melihat dampaknya. "Saudara akan lihat di 2019 nanti ada di angka berapa kita soal kunjungan wisatawan asing," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.